Berita » Balitkabi Sambut Gembira Peluang Kerjasama Penelitian dengan Swiss German University dan Hokkaido University

sgu

Balitkabi menerima kunjungan tim dari Swiss German University dan Hokkaido University pada 22 Januari 2019. Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, M.S. didampingi Kepala Seksi Jasa Penelitian (Kasi Jaslit) B. S Koentjoro, S.P., M.Kom., peneliti Bidang Teknologi Pangan Ir. Joko Susilo Utomo, M.P., Ph.D., Ir. Erliana Ginting, M.Sc., dan Rahmi Yulifianti, S.T.P. serta peneliti Bidang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Dr. Heru Kuswantoro, S.P., M.P. menyambut hangat Kepala Research Center for Food and Health, Swiss German University (SGU) Serpong, Dr. Maria DPT. Gunawan Puteri dan Kepala Laboratorium Applied Plant Genome Hokkaido University, Dr. Maria Stefanie Dwiyanti (visiting lecturer) di SGU .

Dalam sambutannya, Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, M.S. mengharapkan pertemuan kecil ini dapat mendiskusikan banyak hal terkait penelitian dan dapat berlanjut dalam bentuk kerjasama yang bermanfaat bagi kedua belah pihak. Kasi Jaslit menjelaskan visi, misi, tupoksi, dan fasilitas penelitian Balitkabi sekaligus mempromosikan kinerja Balitkabi, terutama capaian pelepasan varietas unggul akabi dengan berbagai keunggulannya, teknologi budi daya dan beragam produk olahan berbahan dasar akabi serta diseminasi dan kerjasama penelitian.

  • image
  • image

Komoditas kedelai mendapat perhatian cukup besar, terutama dari aspek gizi dan manfaatnya bagi kesehatan karena Laboratorium Applied Plant Genome Hokkaido University saat ini tengah melakukan pemetaan terhadap genotipe kedelai yang memiliki kandungan alfa-tokoferol tinggi sebagai sumber vitamin E dan antioksidan. Topik ini menarik karena selama ini yang banyak diungkap adalah profil protein, lemak, dan isoflavon pada kedelai. Oleh karena itu, dalam diskusi direncanakan kegiatan kerjasama penelitian SGU dan Hokkaido University dengan Balitkabi berupa genetic mapping galur-galur harapan hasil persilangan kedelai yang kandungan alfa-tokoferolnya tinggi dan konfirmasi kandungan tersebut pada biji dan produk turunannya dengan analisis kimia serta aktivitas antioksidannya.

Selain kedelai, juga disarankan untuk melihat potensi tersebut pada biji kacang hijau untuk menunjang pemanfaatan aneka kacang sebagai pangan sehat/fungsional. Pada tahap awal akan dimulai dengan menyusun MoU sebagai payung besar kegiatan kerjasama yang diharapkan nantinya tidak hanya terbatas pada penelitian, tetapi juga PKL mahasiswa, narasumber untuk kuliah tamu, publikasi, dan lain-lain.

Di akhir kunjungan, Ibu Maria maupun Ibu Stefanie memberikan apresiasi dan berterima kasih atas penerimaan yang sangat baik oleh Balitkabi serta berharap tindak lanjut rintisan kerjasama ke depan dapat terwujud. Semoga.

Nyt/EG