Berita » Balitkabi Selenggarakan Seminar Internal melalui Webinar

Webinar Seri 1 dalam rangkaian acara GITA 2021 Balitbangtan Balitkabi

Webinar Seri 1 dalam rangkaian acara GITA 2021 Balitbangtan Balitkabi

Salah satu rangkaian acara Gelar Inovasi Teknologi Akabi (GITA) 2021 yang akan diselenggarakan Balitbangtan Balitkabi pada pertengahan bulan Juni 2021 adalah acara webinar berseri secara daring melalui platform Zoom dan kanal Youtube Balitkabi. Webinar Balitkabi seri 1 yang diselenggarakan di AOR Balitkabi pada Jumat, 21 Mei 2021 menampilkan dua narasumber, yaitu Dr. Yuliantoro Baliadi yang memaparkan tentang “OPT Porang: Antisipasi Budidaya Intensif Porang di Luar Habitat Alaminya”, dan Dr. Heru Kuswantoro yang menyampaikan tentang “Hubungan Parameter Genetik dengan Ekspresi Gen”. Kepala Balitkabi, Dr. Ir. Titik Sundari, MP., dalam arahannya mengharapkan webinar yang pertama kali diselenggarakan Balitkabi ini dapat memberikan tambahan informasi yang bermanfaat, sekaligus secara teknis menjadi bekal dalam penyelenggaraan webinar seri selanjutnya.

“Kajian tentang OPT porang bertujuan untuk menginformasikan potensi hama dan penyakit porang terutama setelah porang mulai ditanam secara intensif di area terbuka di luar habitat aslinya”, demikian disampaikan oleh Dr. Yuliantoro pada presentasinya. Porang sangat berpotensi untuk dikembangkan secara komersial dan menawarkan manfaat ekonomis yang besar. Namun, hama dan penyakit yang serius dapat menghambat perkembangan industri porang, terutama penyakit busuk akar (collar root) yang disebabkan oleh Sclerotium rolfsii. Dilaporkan terdapat sekitar 20 jenis patogen yang menyerang tanaman porang, namun demikian penyakit busuk akar menjadi salah satu penyakit yang paling umum ditemukan yang dapat menyebabkan kehilangan hasil yang signifikan. Menurut Yuliantoro Baliadi, kunci pengelolaan OPT tanaman porang terletak pada (1) Identifikasi yang akurat dari tanaman inang dan pengetahuan tentang penyebaran hama dan penyakit untuk membuat keputusan yang tepat terkait dengan biosekuriti dan manajemen penyakit, (2) Pemahaman tentang keragaman genetik Amorphophallus muelleri akan memberikan wawasan tentang kemampuan spesies ini untuk berevolusi sebagai respons terhadap kondisi lingkungan, sehingga akan membantu dalam merancang strategi pengendalian hama dan penyakit yang efektif.

Topik webinar selanjutnya membahas tentang pendugaan parameter genetik sebagai informasi dasar bagi pemulia dalam upaya perbaikan karakter melalui seleksi. Pendugaan parameter genetik yang dipaparkan meliputi aksi gen, keragaman genetik, heritabilitas, dan korelasi genetik. Menurut Heru Kuswantoro, parameter genetik seperti koefisien keragaman genetik dan koefisien keragaman fenotipik digunakan untuk mengetahui besarnya keragaman dari karakter yang ditampilkan dalam suatu populasi, sehingga adanya keragaman genetik ini dapat memberikan peluang bagi perbaikan genetik tanaman. Pengetahuan tentang heritabilitas suatu karakter juga berguna dalam pemilihan kriteria seleksi. Selanjutnya juga disampaikan bahwa ekspresi gen dalam genetika merupakan tingkat paling mendasar, yang mana genotipe memunculkan fenotipe, yaitu sifat yang dapat diamati. Kode genetik yang disimpan dalam DNA “ditafsirkan” oleh ekspresi gen, dan sifat-sifat ekspresi tersebut memunculkan fenotipe organisme. Ekspresi genetik pada akhirnya mempengaruhi aksi gen, keragaman genetik, heritabilitas, dan korelasi genetik.

Antusias peserta seminar sangat baik terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada kedua narasumber. Selanjutnya seminar internal dalam format webinar ini akan kembali dilaksanakan untuk terus memelihara dan menghidupkan suasana ilmiah diantara peneliti Balitkabi, meskipun dalam masa pandemi.

AK/AI

Arahan Kepala Balitkabi pada acara Webinar Seri 1 Balitbangtan Balitkabi

Arahan Kepala Balitkabi pada acara Webinar Seri 1 Balitbangtan Balitkabi

webinar1 webinar2
Pembicara webinar beserta moderator (kiri) dan sebagian peserta yang mengikuti acara webinar (kanan)