Berita » Balitkabi Transfer Teknologi Ubi Jalar Hulu Hilir

Prof. (R) Dr. Ir. Didik Harnowo, M.S. pada Bimtek ubi jalar di Lumajang

Prof. (R) Dr. Ir. Didik Harnowo, M.S. pada Bimtek ubi jalar di Lumajang

Transfer teknologi untuk komoditas ubi jalar mulai budidaya hingga pasca panen telah dilakukan oleh tim peneliti Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) pada Kamis, 16 Juni 2021 di Desa/Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang. Transfer teknologi tersebut berupa Bimtek (Bimbingan Teknis) kepada 140 petani ubi jalar (anggota kelompok tani Harapan Kita, kelompok tani Jaya Makmur, dan kelompok tani Mitra Tani). Daerah Pasrujambe sudah dikenal sebagai penghasil “Ubi Jalar Madu” (varietas Lokal), yang produksinya sudah mampu menembus pasar luar negeri, yaitu ke Jepang dan Korea. Permintaan pasokan ke dua negara tersebut cukup tinggi hingga mencapai 200 t/ha dan Pasrujambe belum mampu memenuhi target tersebut. Oleh karena itu, salah satu program Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian yang dimotori oleh Balitkabi akan berupaya keras untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan melalui transfer inovasi teknologi kepada para petani ubi jalar di Pasrujambe.

Kegiatan Bimtek ubi jalar kali ini didukung oleh berbagai narasumber yang kompeten dibidangnya. Sebelum penyampaian materi oleh masing-masing narasumber, sebagai pengantar disampaikan sosialisasi rambu-rambu kegiatan RPIK ubi jalar oleh penanggung jawab kegiatan (Dr. Ir. Yusmani Prayogo, M.Si.), selanjutnya tentang inovasi teknologi budidaya ubi jalar (Prof. (R) Dr. Ir. Didik Harnowo, M.S.), pengenalan VUB (Dr. Febria Cahya Indriani), hama utama dan cara pengendaliannya (Ir. Sri Wahyuni Indiati, MS), penyakit utama serta cara pengendaliannya (Ir. Sumartini, MS), dan pascapanen tentang pengolahan pangan fungsional berbasis ubi jalar oleh Ir. Erliana Ginting, M.Sc. Salah satu teknologi pengendalian hama utama, yaitu penggerek umbi Cylas formicarius yang akan ditampilkan dalam RPIK ubi jalar ini adalah pemasangan trap berferomon seks oleh narasumber dari BB Biogen Bogor, Dr. Made Samudera, selain aplikasi biopestisida Beauveria bassiana. Dengan demikian, inovasi teknologi yang dikemas dalam RPIK ini bersifat ramah lingkungan, agar kualitas umbi ubi jalar yang dihasilkan bebas paparan residu pestisida sintetik.

Kegiatan Bimtek ini selain diikuti oleh sekitar 140 petani ubi jalar, juga dihadiri oleh beberapa tenaga Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari BPP setempat. Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian TPH Lumajang (Syaifudin Zuhri, Amd.) menyampaikan harapannya, petani mampu memahami dan menyerap secara optimal teknologi yang disampaikan oleh para narasumber, yang nantinya dapat meningkatkan produktivitas, produksi, mutu, serta nilai tambah ubi jalar, khususnya di wilayah Pasrujambe. Terangkatnya harkat ubi jalar sebagai bahan pangan, bahan baku industri, dan komoditas ekspor, tentu sangat mendukung perekonomian regional maupun nasional.

MSYIB/YP

huhil1 huhil2 huhuil1
Peserta bimtek, Kabid Tanaman Pangan, dan narasumber dari BB Biogen