Berita ยป Baseline Survei di Klangon: Mengkonstruksi Pengembangan Hulu Hilir Porang

Pertemuan koordinasi dengan Kepala Desa Klangon, LMDH, PPL, dan KWT

Pertemuan koordinasi dengan Kepala Desa Klangon, LMDH, PPL, dan KWT

Desa Klangon, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun mempunyai sejarah panjang budidaya porang, bahkan berdasarkan riwayat yang didapatkan hingga saat ini, Desa Klangon diyakini merupakan titik nol budidaya porang. Perkembangan luas tanam dan produksi porang yang luar biasa akhir-akhir ini perlu didukung dengan informasi budidaya yang tepat, ketersediaan benih, serta potensi pengembangan produk. Balitbangtan dalam kerangka kegiatan Riset Pengembangan Inovatif Kolaboratif (RPIK) berupaya menyusun kegiatan dengan output dukungan informasi yang bermanfaat dalam pengambilan kebijakan di tingkat pusat maupun daerah dalam rangka menetapkan wilayah pengembangan, teknologi budidaya, dan penyediaan benih porang.

Mengawali kegiatan riset tersebut, dilakukan baseline survei sebagai anjakan dalam penyusunan kegiatan dan perlakuan riset kolaboratif ini. Survei dilakukan pada awal bulan Juni 2021 oleh peneliti Balitkabi, BB Passca Panen, BBSDLP, dan Puslitbangtan. Lokasi survei lahan budidaya dan prosesing porang di Desa Klangon (Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun), Gerai Center of Creativity and Life Skill Education, dan PT Asian Prima Konjac (PT APK), Madiun. Kegiatan survey diawali dengan pertemuan koordinasi dengan instansi dan pelaku porang. Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, MS (ketua tim RPIK porang), menjelaskan kegiatan RPIK yang akan dilaksanakan di Desa Klangon pada tahun 2021. Berdasarkan kondisi eksisting dan rangkuman permasalahan yang ditangkap di Klangon, yaitu ekosistem naungan, terbuka, masalah bahan tanam, rehabilitasi lahan, peningkatan nilai tambah, maka kegiatan RPIK yang akan dilaksanakan terdiri dari kegiatan budidaya porang di lahan naungan dan terbuka, kajian sumber daya lahan lingkungan optimal budidaya porang, pengenalan budidaya porang dari bibit kultur jaringan, pendampingan pascapanen porang, dan pembinaan kelembagaan.

Dalam kunjungan ke lokasi prosesing dan PT APK, tim peneliti mendapatkan informasi tentang titik ungkit perbaikan prosesing di tingkat petani, proses produksi yang dilakukan oleh perusahaan prosesing berskala besar, masalah bahan baku, karakteristik umbi yang diterima pabrik, serta glukomanan yang berkualitas tinggi.

Center of Creativity and Life Skill Education bersama Peporindo dan LMDH menemukan bio pengurai yang dapat menetralisir asam oksalat, sehingga dapat mengolah aneka produk langsung dari umbi porang segar. Namun demikian disadari bahwa proses produksi olahan tersebut masih memerlukan bimbingan dan perbaikan agar menjadi olahan aman konsumsi. Balitbangtan diminta bantuannya untuk mendapatkan produk olahan yang aman serta memenuhi persyaratan pangan sehat dan aman.

NN

baseline1 baseline2 baseline3
Bersama Kasi Perbenihan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun, prosesing porang di petani, dan kunjungan ke PT. Asian Prima Konjac