Berita » Beranjaknya Devon 1 di Jambi

Hamparan Devon 1 di Bandar Jaya, Rantau Rasau, Tanjabtim, Jambi, MK 2, 2019.

Hamparan Devon 1 di Bandar Jaya, Rantau Rasau, Tanjabtim, Jambi, MK 2, 2019.

Varietas kedelai Devon 1 merupakan hasil seleksi keturunan dari varietas Kawi dengan galur introduksi IAC 100. Sejak dilepas pada tahun 2015 oleh Kementerian Pertanian, minat petani menanam Devon 1 terus meningkat. Termasuk pengembangan Devon 1 yang dilakukan oleh BPTP Balitbangtan Jambi pada MK 2 tahun 2019 ini.

Ternyata pengembangan Devon 1 pada agroekosistem lahan rawa pasang surut tipe luapan C di Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Jambi, memperlihatkan keragaan yang optimal. Diinformasikan oleh Ir. Jumakir, peneliti BPTP Balitbangtan, Jambi bahwa telah dilakukan temu lapang pengembangan kedelai Devon 1 pada 9 Agustus 2019, yang dihadiri oleh jajaran dinas pertanian dan anggota kelompok tani Soponyono dan kegiatan ini mendapatkan respons positif dari peserta temu lapang. Disampaikan oleh perwakilan Dinas TPH Tanjabtim, bahwa pengembangan Devon 1 yang dikemas dalam Sekolah Lapang, menjadi ajang pembelajaran peneliti – penyuluh – petani di lapang. Bahkan diharapkan, karena benih sumbernya dari Balitkabi yang berlabel putih (BD/FS) maka harus diteruskan ke kelas benih berikutnya, minimal untuk memenuhi kebutuhan benih kedelai di Tanjabtim.

Kunjungan pertanaman Devon 1 di Jambi (kiri) dan Keragaan Devon 1 (kanan),(Foto Koleksi Jumakir)

Kunjungan pertanaman Devon 1 di Jambi (kiri) dan Keragaan Devon 1 (kanan),(Foto Koleksi Jumakir)

Respons petani terhadap varietas Devon 1, tidak hanya karena keragaan pertumbuhan yang optimal, diperkirakan juga mampu berdaya hasil tinggi, selain itu ternyata juga karena tidak ditemukan serangan hama maupun penyakit. Beberapa petani berpendapat daun Devon 1 agak tebal dan mempunyai banyak bulu daun. Harapannya terhadap Devon 1, semoga benih dapat dikembangkan oleh anggota kelompok tani Soponyono, sehingga Devon 1 lebih meluas berkembang di Jambi. Nilai impact dari salah satu inovasi Balitbangtan.
MMA