Berita » Bergeraknya Pengembang Kedelai

Kebutuhan kedelai nasional terus meningkat, seiring dengan meningkatnya konsumsi olahan berbahan baku kedelai di masyarakat. Di Indonesia, kedelai paling banyak digunakan sebagai bahan baku tahu dan tempe. Pengembangan kedelai di Indonesia perlu dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kedelai dalam negeri, oleh karena itu diperlukan pengembang-pengembang kedelai yang memiliki perhatian terhadap pemenuhan kebutuhan kedelai, termasuk penyediaan benih sumbernya.

Sosok Petrus Tjandra, Direktur PT. Dwi Tunggal Nusa Mandiri(DNM), yang memiliki kepedulian untuk mengembangkan kedelai nasional. “Kalau kita impor senjata, mobil, pesawat, itu masih wajar, tapi bagaimana hanya tempe saja kita impor dari AS” urainya pada Berita Kota Makasar pada 30 September 2020. Langkah PT. DNM tersebut patut mendapatkan acungan jempol. PT. DNM sebelumnya telah mengembangkan kedelai di Sulawesi Selatan, bahkan sekarang juga telah memperluas jangkauan pengembangan kedelai ke wilayah Sulawesi Barat. Provinsi Sulawesi Barat diharapkan menjadi provinsi harapan sebagai produsen kedelai nasional.

Varietas kedelai Devon 1 dan Detap 1 yang merupakan VUB hasil inovasi Balitbangtan menjadi pilihan PT DNM untuk pengembangan berikutnya. Wilayah Sulawesi Utara yang dibidik menjadi daerah pengembangannya. Dua varietas tersebut menarik perhatian PT. DNM karena beberapa keunggulannya. Devon 1 memiliki biji yang tergolong besar, selain itu juga kaya isoflavon yang potensial sebagai sumber pangan fungsional. Detap 1, selain juga berukuran biji besar, umurnya genjah (< 80 hari) dan tahan pecah polong, sehingga menekan kehilangan hasil biji (yield losses). Detap 1 boleh dikatakan sebagai varietas reborn dari Anjasmoro yang saat ini cukup diminati oleh petani kedelai di Indonesia. Pada tahap awal, sebanyak 250 kg benih FS Devon 1 dan 250 kg benih FS Detap 1 akan diujicobakan untuk pengembangan kedelai oleh PT DNM. Semoga kedua varietas tersebut dapat berkembang dan diminati oleh pengguna.

Benih siap dikirim ke PT. DTN (Sumber Foto: UPBS Balitkabi)

Benih siap dikirim ke PT. DNM (Sumber Foto: UPBS Balitkabi)

gerak1 gerak2
Keragaan varietas Devon 1 di Mojokerto, dan Detap 1 di Nganjuk

MMA