Berita » Bersama ACIAR, Balitkabi Kembangkan Ubijalar di Papua

aciar

ACIAR Papua Project AH/2007/106 yang berjudul “Improvement and Sustainability of Sweetpotato-Pig Production Systems to Support Livelihoods in Highland Papua and West Papua, Indonesia” merupakan kegiatan kerja sama Balitbangtan dengan ACIAR Australia yang pelaksanaannya dilakukan di Lembah Baliem, Papua dan Pegunungan Arfak Papua Barat pada tahun 2009 sampai 2013. Dalam hal ini, BPTP Papua sebagai koordinator bekerja sama dengan UPT Balitbangtan terkait, Perguruan Tinggi (UGM, Universitas Udayana, dan Universitas Negeri Papua), CIP (Centre of International Research for Potato) Bogor dan Pemerintah daerah setempat. Balitkabi melalui dua penelitinya, yakni Dr. M. Jusuf (Pemulia Ubi jalar) dan Ir. Erliana Ginting M.Sc (Pascapanen dan Teknologi Pangan) berkontribusi dalam kegiatan tersebut. Dr. M. Jusuf bahkan telah ikut dalam kegiatan ACIAR fase sebelumnya (1999-2007) dengan hasil fenomenal, yakni dilepasnya tiga varietas unggul ubijalar yang sesuai untuk dataran tinggi di Papua tahun 2006, yakni Sawentar, Papua Pattipi dan Papua Salossa yang mendapat penghargaan dari Presiden RI. Pada kegiatan tahun 2009-2013, Balitkabi berkontribusi dalam kegiatan uji adaptasi beberapa varietas/klon ubijalar, introduksi teknik sederhana penyimpanan ubi jalar segar untuk memperpanjang daya simpan umbi sampai 4 bulan dan pengolahan menjadi produk antara (kubus dan granula) dan produk siap santap untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.Sehubungan dengan berakhirnya kegiatan ACIAR Papua Project AH/2007/106 pada 31 Desember tahun 2013 lalu, Dr. Colin Cargill selaku Project Leader dan Dr. Sukendra Mahalaya selaku Project Manager berkunjung ke Balitkabi pada tanggal 20 Mei 2014. Keduanya diterima oleh Kepala Balitkabi, Dr. Didik Harnowo, Dr. M. Jusuf, dan Ir. Erliana Ginting, M.Sc. Secara khusus Dr. Colin Cargill menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas kontribusi Balitkabi dalam kegiatan ACIAR Project di Papua. Dampak introduksi varietas unggul Cangkuang, Sawentar, Papua Pattipi dan Papua Salossa setelah 5 tahun dapat dilihat dari hasil survei tahun 2011 yang menunjukkan bahwa ketiga varietas tersebut telah diadopsi oleh sekitar 34% petani di daerah Lembah Baliem. Berakhir tahun 2013, kegiatan project ini disetujui untuk diperpanjang sampai akhir tahun 2014. Untuk kegiatan pelatihan (ToT). Kepala Balitkabi juga memberi masukan tentang kemungkinan diadakannya kegiatan semacam temu lapang di akhir project ini. Untuk kegiatan ToT, Balitkabi akan mensosialisasikan pengolahan ubi jalar sesuai dengan jenis/varietas ubi jalar dan fasilitas/alat pengolahan yang tersedia di lokasi serta penyimpanan umbi segar dengan teknik yang mudah untuk diterapkan oleh petani. Rencananya semua kegiatan ToT dari aspek budi daya sampai pengolahan ubi jalar untuk pangan dan ubi jalar untuk pakan (peternakan) serta komoditas tambahan lainnya, seperti budi daya kedelai, kacang tunggak, strawberry, ternak kelinci dan ayam akan dilaksanakan secara bergiliran pada bulan Juni-Oktober 2014. Buku manual untuk ToT tersebut juga telah siap dicetak dengan kontribusi materi dari masing-masing anggota tim yang terlibat dalam project tersebut. Semoga bermanfaat.

Dr. Colin Cargill, ACIAR Papua Project Leader dan Dr. Sukendra Mahalaya, Project Manager diterima oleh Kepala Balitkabi, Dr. Didik Harnowo dan Peneliti Balitkabi Dr. M. Jusuf dan Ir. Erliana Ginting M.Sc.


Kepala Balitkabi menyerahkan kenang-kenangan kepada Bapak Dr. Colin Cargill dan kunjungan ke Laboratorium Kimia Pangan Balitkabi.

EG/AW