Berita » Bersanding dengan lombok, kedelai tetap menjanjikan hasilnya

dele_sanding_0

Potret petani di Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar di Jawa Timur, memang luar biasa. Lahan kering (tegal) dioptimalkan dengan menerapkan tumpang- sisip (relay planting). Pada awal musim hujan lahan diolah optimal; dibuat bedengan selebar 80 cm, ditanami jagung. Pada saat jagung berumur 1 bulan, ditanami lombok. Dua minggu sebelum panen jagung, setiap bedeng, ditanami dua baris kedelai.

Observasi, 14 April 2012, oleh peneliti Balitkabi (Muchlish Adie) diserta teknisi (Arifin SP dan Sugiono); tumpang-sari kedelai dengan tanaman lombok, terhampar luas, sepanjang perjalanan di Kecamatan Binangun. Memang betul kalau Blitar, ikutserta menjadi penghasil kedelai di Jawa Timur. Hal ini terbukti dengan hadirnya penangkar benih kedelai, Pak Sugito, yang hingga saat ini terus berkiprah untuk memperkuat penyediaan benih kedelai di Indonesia.

 

Bersanding dengan lombok, kedelai tetap menjanjikan hasilnya

Penuturan Pak Suwarno, petani di Desa Sambigede, kedelai memang menjadi andalan petani di Binangun. Pengalamannya mengungkapkan penanaman kedelai bersama lombok, dapat menyuburkan tanaman lombok. Bahkan kedelai yang ditanam setelah jagung dipanen, tidak memerlukan tambahan pupuk anorganik. Hasil biji kedelai sudah relatif tinggi di Binangun. Dengan benih varietas Grobogan sebanyak 22 kg (sekitar 0.5 ha) mampu menghasilkan kedelai sebanyak 1030 kg, atau setara dengan 2060 kg/ha. Di samping varietas Grobogan, petani juga menanam varietas Wilis dan Anjasmoro.

Pak Suwarno, berdasarkan pengalamannya, berharap adanya varietas kedelai umur lebih genjah dari Grobogan, tetapi ukuran bijinya besar setara dengan Grobogan. Bahkan menurut Pak Warno, setelah panen kedelai akan mencoba menanam kacang hijau varietas Vima, ditumpangsarikan dengan lombok. Ketika ditanya, darimana tahu varietas Vima; pengakuan Pak Warno, saya hadir pada Pekan Kedelai Nasional; dan banyak melihat dan mengetahui Balitkabi, tahu varietas-varietas terbaru.

Diseminasi memang harus diperluas.

Pak Suwarno: kedelai menjadi andalan pendapatan