Berita » Bimbingan Teknis Penguatan Komoditas Pangan Berbasis Aneka Kacang dan Umbi di IP2TP Ngale

Pemaparan materi oleh narasumber Ir. Suhartina, MP.

Pemaparan materi oleh narasumber Ir. Suhartina, MP.

Instalasi Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (IP2TP) Ngale merupakan salah satu IP2TP di lingkup Balitkabi yang berada di Kabupaten Ngawi. Bimbingan teknis (bimtek) yang dilaksanakan 30 Maret 2022 di IP2TP Ngale bertujuan untuk menginformasikan inovasi teknologi (inotek) komoditas aneka kacang dan umbi (akabi) terbaru kepada staf dan petani disekitar lingkungan IP2TP. Bimtek diikuti oleh 55 orang yang terdiri dari jajaran IP2TP Ngale dan petani.

Sambutan Koordinator IP2TP Ngale M. Arum, S.P., MP. (kiri), sambutan mewakili Kepala Balitkabi Dr. Rudi Iswanto, S.P., MP.

Sambutan Koordinator IP2TP Ngale M. Arum, S.P., MP. (kiri), sambutan mewakili Kepala Balitkabi Dr. Rudi Iswanto, S.P., MP.

Dr. Rudi Iswanto, S.P., MP. yang mewakili Plt. Kepala Balitkabi, mengawali sambutannya, menyampaikan “Saya melihat pertanaman disekitar Ngale sudah baik, mudah-mudahan tanaman kita terhindar dari hama penyakit, khususnya tikus. Semoga lahan kita bisa lebih dioptimalkan lagi penggunaannya. Tahun kemarin sudah dibuatkan sumur, dan saat ini sudah beroperasi. Harapannya dengan dukungan fasilitas sumur bor ini, akan ada perbaikan dalam sistem budidaya dan peningkatan hasil yang diperoleh” ucapnya. “Saat ini harga kedelai mahal, artinya bertanam kedelai menjadi peluang. Mudah-mudahan harga kedelai stabil dari hari ke hari, sehingga keuntungan yang diperoleh petani tinggi” tambahnya lagi.

Koordinator IP2TP Ngale, M. Arum mengatakan, dengan adanya bimtek di IP2TP Ngale, petani dapat memperoleh ilmu baru yang bisa diaplikasikan langsung di lapang. M. Arum yang telah puluhan tahun menekuni profesinya sebagai teknisi mengapresiasi inotek akabi. “Kita punya varietas yang lebih baik, dibanding produk impor dari luar negeri, baik kualitas maupun kuantitas. Kita harapkan semoga varietas dan teknologi rakitan Balitbangtan bisa mendongkrak ekonomi petani di Indonesia, khususnya di Ngale” ungkapnya. “Untuk pengendalian hama tikus memang menjadi permasalahan utama di IP2TP Ngale, namun kita usahakan secara intensif untuk gropyokan, irigasi, dan menggunakan alat rakitan sederhana supaya hasil yang kita dapatkan bisa optimal” tambahnya. Tidak lupa, Arum mengajak petani untuk memanfaatkan potensi lahan untuk tanam kedelai.

Peserta bimtek dan tim Balitkabi di IP2TP Ngale

Peserta bimtek dan tim Balitkabi di IP2TP Ngale

Ir. Suhartina, MP. sebagai narasumber dalam acara bimtek ini menyampaikan dua materi, yakni terkait pengembangan varietas dan teknologi budidaya kedelai. Penjelasan yang rinci dan diskusi dua arah dengan petani menjadikan acara bimtek cukup aktif. Harapan peserta, semoga ilmu yang mereka peroleh bisa diterapkan dalam membudidayakan kedelai di Ngale, sehingga harapannya dengan hasil yang baik, dan harga yang tinggi saat ini, kesejahteraan petani di Ngale dapat tercapai.

DSB/EU