Berita ยป Bimbingan Teknis Produksi Kedelai bagi Peneliti dan Penyuluh BPTP Bengkulu

bengkulu

Kedelai termasuk komoditas pangan yang perlu dipercepat upaya peningkatan produksinya, karena hingga saat ini produksi nasional baru mampu memenuhi sekitar 40% dari kebutuhan dalam negeri. Dalam beberapa tahun terakhir, produksi kedelai masih bertengger pada angka 600โˆ’700 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan telah mencapai 2,0 juta ton. Untuk menutupi kekurangan produksi, pemerintah harus mengimpor kedelai dan kondisi ini terjadi hampir sepanjang tahun. Peluang peningkatan produksi kedelai masih besar, dan dapat ditempuh melalui peningkatan produktivitas maupun perluasan areal tanam/panen. Peluang peningkatan produksi kedelai masih besar, dan dapat ditempuh melalui peningkatan produktivitas maupun perluasan areal tanam/panen. Senjang produktivitas rata-rata nasional dengan hasil penelitian masih cukup besar: 1,5 vs 2,5 t/ha. Oleh karena itu Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan berupaya untuk meningkatkan produksi kedelai dengan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu melalui Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT) bagi petani kedelai.

Peningkatan produksi kedelai pada tahun 2016 diproyeksikan 1,5 juta ton dengan luas tanam 1.000.000 ha. Upaya ini harus didukung oleh semua pihak agar peningkatan produksi kedelai dapat tercapai. Badan Litbang Pertanian berupaya untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan tentang budidaya kedelai bagi penyuluh/peneliti dari BPTP yang bertugas dalam pendampingan GP-PTT kedelai melalui Bimbingan Teknis (BIMTEK) introduksi inovasi teknologi produksi kedelai spesifik lokasi. Provinsi Bengkulu yang juga merupakan salah satu provinsi untuk pengembangan Perluasan Areal Tanam (PAT) kedelai perlu mendapatkan perhatian dalam rangka mengimplementasikan teknologi spesifik lokasi. Perluasan pertanaman kedelai lebih banyak diarahkan ke tipe lahan kering dengan karakteristik lahan Podsolik Merah Kuning (PMK) dengan kesuburan rendah, pH <5, topografi sedikit miring 5โ€“10%.

Bimtek teknologi budidaya kedelai spesifik lokasi telah dilakukan di BPTP Bengkulu pada tanggal 10 Mei 2016. Bimtek diikuti oleh sekitar 60 orang peneliti dan penyuluh BPTP yang bertugas sebagai LO di kabupaten sasaran UPSUS kedelai. Kepala BPTP Bengkulu Dr. Dedi Sugandi, M.P. menegaskan bahwa teknologi budidaya kedelai spesifik lokasi sangat penting karena di Bengkulu mempunyai tipe agroekosistem kedelai yang unik dengan jenis tanah PMK, pH 4โˆ’5 dan tingkat kesuburan yang rendah, oleh karena itu teknologi budidaya kedelai di lahan kering masam sangat diperlukan. Sebagai narasumber Bimtek, Prof. Dr. Marwoto menyampaikan persyaratan kesesuaian tumbuh tanaman kedelai yang optimal dan teknologi budidaya kedelai di lahan kering masam. Pada akhir pertemuan Prof. Dr. Marwoto atas nama Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi menyerahkan buku-buku untuk peneliti dan penyuluh berupa buku: 1) Teknologi produksi kedelai berdasarkan tipe agroekosistem, 2) Identifikasi hama, penyakit, dan kahat hara serta cara pengendaliannya, dan 3) Prinsip-prinsip produksi benih kedelai. Respons para peneliti dan penyuluh cukup baik dan dapat menambah percaya diri untuk menyampaikan teknologi berdasarkan dari buku-buku dari Balitkabi.


Kepala BPTP Bengkulu menyampaikan kondisi lahan PAT kedelai di Bengkulu (kanan) dan para peserta BIMTEK budidaya kedelai (kiri).


Penyerahan secara simbolis buku-buku kedelai dari Prof. Dr. Marwoto kepada Kepala BPTP Dr. Dedi Sugandi, M.P. (kiri)
dan kunjungan ke lahan petani di Kelompok Tani Sungai Suci, Pasar Pedati, Pondok Kelapa, Kabupaten Bengkulu Tengah (kanan).

MWT