Berita ยป Bimbingan Teknis Upsus Kedelai

Dalam rangka memantapkan dan mensukseskan pelaksanaan upsus Padi Jagung dan kedelai (PJK) di Sulawesi Utara, BPTP Sulut melakukan Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Upaya Khusus Peningkatan Produksi PJK, 28 Juli 2015, di Aula Kompi C Senapan, diikuti sekitar 150 peserta, penyuluh, Babinsa, dan kelompok tani dari Kabupaten Minahasa Selatan.

Narasumber berasal peneliti BPTP Sulut dan peneliti Balitkabi (Prof. Dr. Marwoto dan Muchlish Adie). Hadir pada pertemuan adalah Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (BP4K), Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Perwira Penghubung mewakili Komandan Kodim Minahasa Selatan.

Disampaikan oleh Dr. Abdul Wahid Rauf, Kepala BPTP Sulut, bahwa tugas Balitbangtan salah satunya adalah menghasilkan dan menyampaikan inovasi teknologi budidaya PJK. Upsus berarti ada upaya khusus yang dilakukan untuk meningkatkan produksi PJK. Perlu daya dongkrak dan percepatan dalam meningkatkan produksi PJK, perlu upaya yang tidak biasa. Kebersamaan dengan TNI dalam pendampingan upsus juga merupakan bentuk sinergi upaya khusus lainnya.

Sambutan kepala BPTP Sulut dan diskusi upsus kedelai Pengelolaan tanaman terpadu dan strategi meningkatkan produksi kedelai spesifik lokasi disampaikan oleh Prof. Marwoto. Pengenalan varietas unggul dan produksi benih kedelai disampaikan oleh Muchlish Adie.

Sambutan kepala BPTP Sulut dan diskusi upsus kedelai Pengelolaan tanaman terpadu dan strategi meningkatkan produksi kedelai spesifik lokasi disampaikan oleh Prof. Marwoto. Pengenalan varietas unggul dan produksi benih kedelai disampaikan oleh Muchlish Adie.

Mayor Arins Sidqin menyampaikan bahwa kemajuan teknologi berdampak terhadap perubahan pola hidup manusia. Kita memang harus menyesuaikannya. Sumberdaya alam suatu ketika akan berkurang dan habis. Jika BBM habis diatasi dengan berjalan kaki, bagaimana jika bahan pangan habis?

30-7-15(3)b

Peserta bimbingan teknis upsus kedelai dan penyerahan publikasi kedelai Di Minahasa Selatan, tenaga kerja memang salah satu masalah yang harus dipecahkan, khususnya untuk tanaman pangan, terutama yang terkait dengan pendapatan buruh tani dibandingkan dengan memetik cengkeh, yang jauh lebih tinggi pendapatannya.

Musim kemarau yang mulai dirasakan terakhir ini diminta untuk mulai diwaspadai agar produksi PJK tidak menurun dan berkurang. Diminta oleh Kepala Diperta untuk mengaktifkan kembali Perhimpunan Petani Pemakai Air, agar penggunaan air lebih efisien dan tepat sasaran. Sosialisasi dan bimbingan teknis ini pada akhirnya bagaimana bisa diterjemahkan dan diimplementasikan di lapang.

MMA/AW