Berita ยป Bimtek Budi Daya dan Pasca Panen Porang di UPT Pelatihan Pertanian Malang

Ada nuansa yang berbeda pada acara bimbingan teknis (bimtek) kali ini. Peserta bimtek yang diselenggarakan oleh UPT Pelatihan Pertanian, Bedali (Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang) adalah para pengelola pondok pesantren se-Jawa Timur.

Bertempat di Gedung pertemuan UPT Pelatihan Pertanian yang beralamat di Jalan Raya Dr. Cipto 123 Bedali, Lawang, rangkaian acara Pelatihan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura dilaksanakan dari tanggal 6-10 September 2021. Balitkabi diundang untuk mengisi materi teknologi budi daya dan penanganan pasca panen porang pada tanggal 7 September 2021. Eriyanto Yusnawan, S.P., Ph.D. hadir pada pertemuan ini sebagai narasumber.

Penyampaian Materi Teknologi Budi Daya dan Pasca Panen Porang

Penyampaian Materi Teknologi Budi Daya dan Pasca Panen Porang

Cara penyampaian materi sesi pertama tentang budi daya porang dibuat agak berbeda, yang biasanya diawali dengan pemaparan materi dan dilanjutkan dengan diskusi, pada acara ini kegiatan diawali dengan dialog. Beberapa peserta pelatihan sudah ada yang membudidayakan porang. Peserta pelatihan diminta untuk menceritakan pengalaman membudidayakan tanaman porang. Bapak Mansur Shodiq, yang akrab dipanggil teman-temannya dengan Gus Mansur, sudah mengusahakan porang seluas lebih dari 110 ha.

Tanaman dibudidayakan mayoritas di bawah tegakan. Hingga saat ini, umur tanaman porang sudah dua musim, dan ada juga yang tiga musim. Panen umbi produksi sudah dilakukan tahun ini. Panen umbi dengan kandungan glukomanan tertinggi dilakukan saat umbi berumur tiga musim dari bahan tanam katak.

Setelah panen umbi porang, umbi segar dapat langsung dikirim ke pabrik pengolahan chip dan tepung porang. Pengeringan chip di tingkat petani dengan sinar matahari juga sudah banyak dilakukan. Kelemahan dari pengeringan ini, kualitas warna chip tidak secerah warna chip kering oven. Terkadang, lama pengeringan dan kadar air chip kering matahari tidak sama jika cuaca kurang mendukung.

Peserta Bimbingan Tekni Teknologi Budi Daya dan Pasca Panen Porang

Peserta Bimbingan Tekni Teknologi Budi Daya dan Pasca Panen Porang

Pengeringan dengan oven (suhu lebih terkontrol) menghasilkan tingkat kekeringan chip yang relatif seragam, dan warna chip lebih cerah. Penepungan chip porang biasanya dilakukan skala industri. Peralatan penepungan antara lain stamp mill dan ball mill sering digunakan untuk menghancurkan chip kering porang menjadi tepung.

Penyaringan chips yang telah dihancurkan bertujuan untuk mendapatkan tepung porang dengan ukuran tertentu yang diinginkan. Glukomanan didapatkan salah satunya dengan teknik ekstraksi. Proses ini umumnya dilakukan dalam skala industri, seperti halnya tepung porang.

EY