Berita » Bimtek Inovasi Budi Daya “PAJALE” di Sulawesi Selatan

pajalePemerintah Daerah Sulawesi Selatan bertekad mendongkrak produksi pangan di wilayahnya dalam rangka mempertahankan swasembada padi dan jagung serta tercapainya swasembada kedelai 2018. Hal tersebut dibuktikan dengan mengirimkan sebanyak 300 orang anggota kelompok tani dari enam kabupaten (Sinjai, Soppeng, Bulukumba, Selayar, Bone, dan Bantaeng) untuk mengikuti acara Bimbingan Teknis (Bimtek) Inovasi Teknologi Tanaman Pangan (khususnya padi, jagung, dan kedelai) dan Penguatan Kelembagaan Petani, yang diselenggarakan oleh Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Bogor di Sudiang, Makasar, 5−6 April 2018.

Menurut Kapuslitbangbun, Dr. Fajri Jufri, mewakili Kepala Balitbangtan pada pembukaan Bimtek tersebut, acara ini merupakan bagian dari komitmen Balitbangtan dalam rangka mendukung kebijakan pemerintah untuk mempertahankan swasembada padi dan jagung serta tercapainya swasembada kedelai tahun 2018, melalui transfer inovasi teknologi padi, jagung dan kedelai. Dr. Fajri menyatakan beberapa hal, antara lain: (a) Balitbagtan telah menghasilkan berbagai varietas unggul baru (VUB) padi, jagung, dan kedelai sesuai preferensi petani (pengguna), berikut teknologi budi daya pendukungnya, (b) Para peserta pada acara ini sangat beruntung karena akan mendapatkan informasi mengenai inovasi teknologi padi, jagung dan kedelai (pajale) dari narasumber yang sangat kompeten, masing-masing dari BB Padi, Balitsereal, dan Balitkabi, oleh karena itu, para peserta seyogyanya memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya supaya dalam pelaksanaan kegiatan di lapang nantinya tidak banyak mengalami hambatan teknis.

Hadir juga pada pembukaan acara Bimtek kali ini Kepala BB Mektan dan Kepala BPTP Sulawesi Selatan. Kepala BPTP Sulsel, Dr. Wachid, dalam kata sambutan selamat datang kepada peserta, menyatakan terima kasih kepada enam Pemerintah Daerah Kabupaten (Sinjai, Soppeng, Bulukumba, Selayar, Bone, dan Bantaeng) atas partisipasinya mengirimkan peserta untuk acara ini. Lebih lanjut dikatakan bahwa semoga materi yang akan diterima selama Bimtek kali ini memberi pengetahuan baru mengenai inovasi teknologi budi daya padi, jagung, dan kedelai serta lebih menyemangati para petani untuk tetap bekerja keras dalam meningkatkan produksi pangan di wilayahnya masing-masing.

Prof. Dr. Didik Harnowo, sebagai narasumber untuk komoditas kedelai, pada awal paparannya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para petani yang hadir pada Bimtek ini khususnya, dan petani Sulsel umumnya atas semangat yang tinggi dan kerja kerasnya dalam berusahatani kedelai sehingga Sulsel masih tetap sebagai sentra produksi kedelai di Indonesia. Prof. Didik menyampaikan materi berjudul “Teknik budi daya kedelai untuk lahan sawah dan lahan kering”, dengan isi materi antara lain mengenai kondisi perkedelaian di Indonesia saat ini dan harapan ke depan, ciri-ciri varietas dan benih kedelai, serta faktor kunci sukses usahatani kedelai (mulai persiapan benih hingga pascapanen).

“Kuatnya kelembagaan tani sangat penting dalam meningkatkan posisi tawar petani di perdesaan”, kata Dr. Muslimin (peneliti BPTP Sulsel), narasumber untuk topik ini. Ia menambahkan, para petani dalam kelompok tani perlu bekerja dalam korporasi guna meningkatkan efisiensi dan keuntungan usahatani. Para peserta sangat antusias selama mengikuti Bimtek, terbukti dari keseriusan mengikuti acara ini hingga akhir.pajale1

DH