Berita ยป Bimtek Kedelai dan Kacang Tanah di Jember

Bimbingan teknis (bimtek) komoditas kedelai dan kacang tanah, 16 September 2021 di Jember, dilaksanakan oleh Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan diikuti oleh petani milenial, santri tani, dan penyuluh. Bimtek dibuka secara daring oleh H. Charles Meikyansah, S.Sos, M.I.Kom., anggota Komisi IV DPR RI untuk Dapil Jember dan Lumajang, didampingi oleh Ir. Cornelia (Direktorat Aneka Kacang dan Umbi) dan Ir. Susetyowati (Dinas Pertanian, Hortikultura, dan Perkebunan Jember).

H. Charles Meikyansah, membuka bimtek secara daring

H. Charles Meikyansah, membuka bimtek secara daring

Charles menyampaikan bahwa bimtek yang dilakukan hari ini merupakan bimtek yang kesebelas. Disampaikan lebih lanjut, bahwa komoditas kacang tanah juga perlu diperhatikan, selain Indonesia melakukan impor, juga beberapa produk kacang tanah diekspor ke beberapa negara.

Melalui bimtek ini diajaknya untuk memikirkan supplay chain, penentuan harga serta manfaat kacang tanah. Jember sebetulnya memiliki potensi untuk pengembangan kacang tanah, yang diperlukan adalah peningkatan produktivitasnya. Tantangan untuk petani milenial, termasuk juga santri tani di Jember.

Pemateri pada bimtek adalah dari Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan Jember, dan dari Fakultas Pertanian Universitas Jember, yang keduanya memaparkan materi tentang kacang tanah, sedangkan materi dari Balitkabi adalah tentang kedelai.

Masalah yang dihadapi petani yang menanam kacang tanah di Jember adalah faktor cuaca, hama tikus, juga disampaikan masalah harga jual. Varietas yang ditanam adalah varietas lama, seperti Gajah dan Kelinci. Di beberapa wilayah di Jember juga banyak ditanami lorkop (talas), karena lebih mudah pemeliharaannya.

Pemateri bimtek dari Balitkabi dan peserta bimtek

Pemateri bimtek dari Balitkabi dan peserta bimtek

Sebagian besar peserta bimtek belum banyak mengetahui varietas unggul kedelai terbaru. Walaupun juga sebagian besar menyampaikan orangtuanya pernah menanam kedelai. Antusiasme yang tinggi dari peserta bimtek terlihat dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan, antara lain bagaimana peluang pengembangan kedelai di bawah naungan, termasuk di pesisir.

Bahkan peserta bimtek menyampaikan peluang olahan kedelai (protein tinggi) untuk disampaikan pada wilayah dengan stunting tinggi, kebetulan di beberapa wilayah di Jember berkategori stunting tinggi.

MMA