Berita » Bimtek Kedelai di Jember

Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, 15-16 September 2021, melaksanakan Bimbingan Teknis (bimtek) Tanaman Pangan di Jember. Peserta bimtek adalah penyuluh pertanian, santri tani, petani milenial, dan petani.

Paparan Direktorat Akabi dan Diperta Jember

Paparan Direktorat Akabi dan Diperta Jember

Bimtek dibuka secara online oleh H. Charles Meikyansah, S.Sos., M.I.Kom., anggota Komisi IV DPR RI untuk Dapil Jember dan Lumajang. Dalam sambutannya, Charles Meikyansah mengharapkan agar melalui bimtek ini kapasitas dan kapabilitas SDM meningkat. “Komoditas kedelai telah diposisikan sebagai komoditas strategis, keseharian masyarakat kita mengkonsumsi olahan pangan berasal dari kedelai, mari kita tingkatkan produktivitas kedelai di Jember”, ajak Charles Meikyansah.

Senada juga disampaikan oleh Ir. Cornelia, mewakili Direktur Akabi, bahwa 34 komoditas tanaman pangan menjadi binaan akabi, salah satunya adalah kedelai yang perlu ditingkatkan produktivitasnya. Melalui bimtek yang membahas khusus kedelai, melalui pengetahuan dan penguasaan teknologi diharapkan mampu berkontribusi terhadap peningkatan produktivitas kedelai di Jember.

Narasumber pada bimtek tersebut adalah dari Dinas Pertanian Kabupaten Jember, Fakultas Pertanian Universitas Jember, petani milenial, dan Dr. M. Muchlish Adie dari Balitkabi. Paparan dari Balitkabi adalah nilai gizi, budidaya kedelai, produksi benih, dan varietas kedelai.

Pembukaan acara oleh Anggota Komisi IV DPR RI secara daring (kiri) dan Narasumber dari Balitkabi (baju batik)

Pembukaan acara oleh Anggota Komisi IV DPR RI secara daring (kiri) dan Narasumber dari Balitkabi (kanan)

Dinas Pertanian Kabupaten Jember mengungkakan bahwa pada tahun 2020, luas kedelai tersisa 4.492 ha, dan pada tahun 2016 seluas 10.962 ha. Produktivitas per ha pernah mencapai 2.5 t/ha, dan tahun 2020 sekitar 1.76 t/ha.

Peserta bimtek memberikan respon dengan berbagai pertanyaan. Selain masalah harga, disampaikan pula penguatan peran penyuluh, sinergi antar pelaku kedelai, bahkan perlu mengaktifkan KUD untuk penyedia saprodi dan sekaligus juga penampung hasil kedelai. Bahkan diusulkan melalui perwakilan Komisi IV DPR RI yang hadir saat bimtek untuk mengalokasikan dana khusus untuk penguatan kedelai nasional.

MMA