Berita » Bimtek Komoditas Kedelai di Madiun

Madiun pernah menjadi salah satu sentra produksi kedelai di Jawa Timur. Catatan perjalanan kedelai di Indonesia, tahun 1991 telah dilepas varietas kedelai Jayawijaya, yang tidak lain merupakan hasil seleksi terhadap varietas lokal yang ada di Madiun. Sampai saat in, beberapa kecamatan di Madiun, diantaranya Pilangkenceng, kedelai masih dibudidayakan oleh petani.

berita-211001-bimtekmadiun-f

Untuk mengangkat dan mengembalikan citra kedelai di Madiun, 30 September 2021, Balitkabi melakukan bimbingan teknis (bimtek) kedelai, yang dilakukan di Kelurahan Oro-oro Ombo Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Bimtek diikuti oleh sekitar 100 peserta yang berasal dari 18 kecamatan lingkup Kabupaten dan Kota Madiun. Pelaksanaan bimtek mengikuti anjuran prokes, terbagi menjadi dua sesi, yakni sesi pagi dan siang.

Selain tim dari Balitkabi yang dipimpin oleh Sub Koordinator Substansi Jasa Penelitian (Bambang Sri Koentjoro, S.P., M.Kom.), bimtek juga dihadiri oleh Komisi IV DPR RI (Ir. Mindo Sianipar), Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun (Sodik Heri Purnomo, S.Si), Kepala Balitkabi (Dr. Ir. Titik Sundari, MP.), dan Sub Koordinator Substansi Pelayanan Teknis Balitkabi (Dr. Rudi Iswanto).

berita-211001-bimtekmadiun-a

Kepala Balitkabi menyampaikan bahwa varietas kedelai yang dilepas di Indonesia sudah sangat banyak pilihannya, misalnya digunakan untuk pembuatan tahu, tempe, maupun kecap. “Semoga acara ini bisa dimanfaatkan untuk menambah ilmu dan menggali informasi tentang komoditas akabi, terutama kedelai, yang nantinya bisa diterapkan di daerah masing-masing”, pungkas Titik Sundari.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun menyampaikan sinergi dengan Balitkabi yang telah terbangun saat ini, dan dikembangkan juga sinergisitas dengan petani. Contoh paling nyata adalah dilepas dan dikembangkannya porang di Madiun.

Anggota DPR Komisi IV Ir. Mindo Sianipar memberikan sambutannya sekaligus membuka acara bimbingan teknis melalui teleconference

Anggota DPR Komisi IV Ir. Mindo Sianipar memberikan sambutannya sekaligus membuka acara bimbingan teknis melalui teleconference

Bimtek dibuka secara daring oleh Mindo Sianipar, yang mengharapkan bimtek ini sebagai kesempatan yang harus dimanfaatkan oleh petani dan pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas (produksi per hektar) dan juga pengetahuannya. “Bertanyalah se-aktif mungkin, saling sharing, sehingga narasumber nantinya akan tahu masalah yang terjadi di lapang”, ujar Mindo Sianipar

Pemateri bimtek Dr. Ayda Krisnawati, S.P., M.Sc., menyampaikan materi tentang Varietas Unggul Kedelai

Pemateri bimtek Dr. Ayda Krisnawati, S.P., M.Sc., menyampaikan materi tentang Varietas Unggul Kedelai

Pemateri bimtek adalah Dr. Ayda Krisnawati, S.P., M.Sc., menyampaikan tentang varietas unggul kedelai, dan Didik Sucahyono, S.P., M.Si. yang menyampaikan teknologi produksi benih kedelai. Peserta antusias dalam mengikuti bimtek, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, antara lain tentang syarat-syarat lingkungan dan varietas yang cocok ditanam pada lahan sawah, hingga masalah penggunaan kedelai lokal dalam pembuatan tempe.

Pemateri dari Balitkabi Didik Sucahyono, S.P., M.Si. yang menyampaikan materi Teknologi Produksi Benih Kedelai

Pemateri dari Balitkabi Didik Sucahyono, S.P., M.Si. yang menyampaikan materi Teknologi Produksi Benih Kedelai

Pada akhir acara, dilakukan penyerahan benih kedelai varietas Dering 1 dan Detap 1 kepada Kelompok Tani (Poktan) Sri Mulyo (Kecamatan Sawahan), Poktan Tutwuri (Kecamatan Wonoasri), Poktan Miguno (Kecamatan Kare), dan Poktan Tanjungsari (Kecamatan Kebonsari), Kabupaten Madiun. Semoga varietas kedelai Dering 1 dan Detap 1 dapat menjadi pioneer berkibarnya kembali komoditas kedelai di Madiun.

Penyerahan bantuan benih kedelai varietas Dering 1 dan Detap 1 dari Balitkabi kepada Kelompok Tani (Poktan) Sri Mulyo (Kecamatan Sawahan), Poktan Tutwuri (Kecamatan Wonoasri), Poktan Miguno (Kecamatan Kare), dan Poktan Tanjungsari (Kecamatan Kebonsari), Kabupaten Madiun

Penyerahan bantuan benih kedelai varietas Dering 1 dan Detap 1 dari Balitkabi kepada Kelompok Tani (Poktan) Sri Mulyo (Kecamatan Sawahan), Poktan Tutwuri (Kecamatan Wonoasri), Poktan Miguno (Kecamatan Kare), dan Poktan Tanjungsari (Kecamatan Kebonsari), Kabupaten Madiun

AK