Berita » Bimtek Pengenalan dan Strategi Pengendalian Tikus Sawah di IP2TP Ngale

Sejak dibangunnya jalur tol Solo-Ngawi pada tahun 2016/2017, hama tikus menjadi momok bagi petani di sekitar Ngale (Ngawi) dan sekitarnya, termasuk menyerang pertanaman di lahan IP2TP Ngale. Keberadaan tanggul jalan tol diduga menjadi habitat ternyaman untuk hama ini.

Sub Koordinator Substansi Jaslit (kiri) memberi sambutan serta membuka acara bimtek di IP2TP Ngale

Sub Koordinator Substansi Jaslit (kiri) memberi sambutan serta membuka acara bimtek di IP2TP Ngale

Ketersediaan sumber pakan secara terus-menerus berupa pertanaman padi dan tanaman pangan lainnya, seperti aneka kacang dan umbi sepanjang tahun, menjadi pemicu berlipatgandanya populasi tikus setempat. Hal ini terkait dengan perkembangbiakan tikus yang sangat cepat dan didukung oleh ketersediaan pakan secara berkelanjutan.

Pemateri bimtek (Dr. Nur ‘Aini Herawati, S.Si., M.Sc) dan peserta bimtek

Pemateri bimtek (Dr. Nur ‘Aini Herawati, S.Si., M.Sc) dan peserta bimtek

Faktor lain, penyebab tingginya populasi tikus di Ngale, juga dipengaruhi oleh tingkat kepedulian yang relatif minim dari petani terhadap keberadaan hama tersebut.

Sehubungan dengan permasalahan hama super cerdik ini, Balitkabi melakukan bimbingan teknis (bimtek) yang secara khusus membahas tentang pengenalan tikus sawah dan strategi pengendaliannya di IP2TP Ngale. Bimtek dilaksanakan 1 Desember 2021, dengan mengundang para petani penggarap lahan dan staf IP2TP Ngale.

Mahasiswa dari dua kampus swasta (Universitas Soerjo-Ngawi dan Universitas Muria-Kudus) juga turut serta mengikuti bimtek ini. Total peserta yang mengikuti acara ini mencapai 80 orang. Poin penting yang dapat dipetik dari Bimtek ini adalah petani berkomitmen untuk bekerjasama dengan IP2TP untuk menerapkan kegiatan pengendalian tikus secara rutin dan berkelanjutan.

Pendekatan bioekologi hama tikus akan digunakan sebagai acuan dalam menerapkan semua komponen pengendalian yang dijadikan rekomendasi dalam satu musim tanam.

Bimtek dibuka oleh Sub Koordinator Substansi Jasa Penelitian Balitkabi, Bambang Sri Koentjoro, S.P., M.Kom. Ditekankan oleh Koentjoro bahwa salah satu fungsi IP2TP merupakan tempat percontohan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) pertanian, termasuk di dalamnya adalah konsep pengendalian hama tikus yang merupakan kendala utama dalam budidaya tanaman pangan.

Oleh karena itu, Koentjoro menekankan kepada para peserta bahwa bimtek ini sangat penting sebagai upaya awal untuk meningkatkan hasil panen.

Pemaparan materi disampaikan oleh Koordinator IP2TP Ngale (Dr. Nur ‘Aini Herawati, S.Si., M.Sc), yang kebetulan merupakan peneliti hama yang menggeluti hama tikus. Materi awal mencakup pengenalan tikus sawah dan statusnya dalam aspek ekonomi dan kesehatan.

Kemudian dilanjutkan dengan identifikasi tanda-tanda keberadaan tikus di lahan serta karakteristik biologisnya. Keterkaitan antara siklus reproduksi dan stadia tanaman padi juga ditekankan dalam pemaparan ini, karena merupakan kunci penting keberhasilan pengendalian.

Diskusi dan penyerahan benih

Diskusi dan penyerahan benih

Selama pemaparan, petani sangat antusias dengan materi yang disampaikan, terbukti dengan banyaknya pertanyaan dan sharing pengalaman dari petani. Bahkan diskusi dua arah menjadi sangat hidup selama bimtek dengan beberapa pertanyaan menarik dari para peserta.

NAH – IP2TP Ngale