Berita » Bimtek Penguatan Komoditas Akabi di Sampang

Kabupaten Sampang memiliki potensi di sektor pertanian, dan tanaman pangan mengambil posisi penting dari lima sub sektor pertanian. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang Ir. Suyono, M.Si. dalam acara sambutan pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Komoditas Pangan Berbasis Aneka Kacang dan Umbi. Bimtek yang dilaksanakan di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sampang, Rabu 23 Maret 2022 dihadiri 100 peserta yang terdiri dari staf Dinas Pertanian, PPL, Koordinator Penyuluh dari 14 kecamatan, 5 penangkar kacang hijau, dan petani.

Sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang (kiri), sambutan mewakili Plt. Kepala Balitkabi oleh Imam Sutrisno, S.P., MM. (kanan)

Sambutan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sampang (kiri), sambutan mewakili Plt. Kepala Balitkabi oleh Imam Sutrisno, S.P., MM. (kanan)

Bimtek yang dilaksanakan Balitkabi bertepatan dengan program yang saat ini sedang dijalankan di Kabupaten Sampang. Suyono menyampaikan bahwa saat ini Kabupaten Sampang menerapkan sistem budidaya tanaman antara, dan menurutnya, komoditas yang paling tepat adalah kacang hijau.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Kabupaten Sampang termasuk dalam wilayah termiskin, sehingga untuk mengatasi permasalahan ini Suyono yakin komoditas kacang hijau adalah yang paling utama, karena umurnya pendek dan harga yang sesuai. “Petani pada awalnya menggunakan varietas lokal, namun saat ini sudah banyak kami kenalkan varietas baru, yakni Vima yang produktivitasnya lebih tinggi, panen serentak, umur genjah, dan tentunya memiliki pasar yang jelas” pungkasnya. Disampaikan juga bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Sampang telah menghubungkan petani ke CV. Dua Putri untuk menerima hasil panen kacang hijau. Harga jual kacang hijau saat ini Rp 18.000/kg, dan dengan harga ini petani sudah bersemangat. Ditegaskan pula “Kacang hijau adalah tanaman yang mudah dikembangkan dan peningkatan pendapatannya pun lebih menjanjikan. Jika petani punya dana Rp 100.000.000 untuk budidaya melon dan semangka, ternyata setelah kami hitung, dengan dana sebesar itu lebih menguntungkan menanam kacang hijau. Hal terpenting adalah menggunakan perawatan dan rekomendasi teknis dari Balitkabi”.

Mewakili Plt. Kepala Balitkabi, Imam Sutrisno, S.P., MM. menyampaikan terimakasih atas sambutan yang luar biasa kepada tim Balitkabi. “Balitkabi saat ini telah banyak mengembangkan komoditas kacang hijau dan beberapa varietas terbarunya adalah varietas Vima 4, Vima 5, Vimil 1, dan Vimil 2”, ujar Imam Sutrisno. Lebih lanjut disampaikan bahwa bimtek ini menghadirkan pemulia kacang hijau, sehingga kesempatan ini bisa menjadi momen diskusi dan berbagi ilmu terkait komoditas kacang hijau. “Semoga hasil bimtek ini bisa meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani”, pungkas Imam.

Pemaparan materi oleh narasumber Dr. Rudi Iswanto (kiri), peserta bimtek (kanan)

Pemaparan materi oleh narasumber Dr. Rudi Iswanto (kiri), peserta bimtek (kanan)

Pemulia kacang hijau Balitkabi Dr. Rudi Iswanto dalam pemaparannya dengan judul “Budidaya Kacang Hijau yang Efektif dan Efisien” menyampaikan, bahwa produksi kacang hijau di Kabupaten Sampang saat ini yang berkisar 1,5-1,6 t/ha, masih dapat ditingkatkan, karena varietas dan teknologi rakitan Balitkabi Balitbangtan telah diuji dan diterapkan di petani dengan hasil lebih dari 2 t/ha, dan yang terpenting adalah petani mau menggunakan varietas unggul dan menerapkan teknologi budidaya yang tepat.

Harapan Kadis Pertanian Kabupaten Sampang, program pengembangan kedelai tahun 2022 di sepuluh kelompok tani dapat terlaksana dengan baik, dengan menggunakan varietas unggul dan teknologi rakitan Balitkabi. Dalam sambutan akhirnya Suyon menambahkan “Kami minta bantuan Balitkabi untuk dapat mengawal petani kami, untuk pengembangan komoditas kacang hijau di Kabupaten Sampang, karena peluangnya sangat besar bagi petani”.

EU/AN