Berita » Bimtek Prospek Pengembangan dan Teknologi Budi Daya Porang di IP2TP Kendalpayak

Kementerian Pertanian telah menetapkan porang sebagai komoditas yang masuk dalam program gerakan tiga kali lipat ekspor (GRATIEKS). Dampaknya, porang menjadi komoditas ekspor yang menarik untuk dibudidayakan. Untuk membudidayakan porang dengan produktivitas yang tinggi dan sesuai kebutuhan pasar, dibutuhkan teknologi budi daya yang tepat.

Koordinator IP2TP Kendalpayak membuka Bimtek Prospek Pengembangan dan Teknologi Budi Daya Porang di ruang pertemuan IP2TP Kendalpayak

Koordinator IP2TP Kendalpayak membuka Bimtek Prospek Pengembangan dan Teknologi Budi Daya Porang di ruang pertemuan IP2TP Kendalpayak

Latar belakang itulah yang mendasari IP2TP Kendalpayak untuk menyelenggarakan Bimtek Prospek Pengembangan dan Teknologi Budi Daya Porang pada tanggal 28 Januari 2022. Bimtek dilaksanakan di Ruang Pertemuan IP2TP Kendalpayak dengan jumlah peserta 18 orang. Selain karyawan-karyawati IP2TP Kendalpayak dan siswa PKL, bimtek juga diikuti oleh perwakilan anggota Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Jaya, Kelompok Tani (Poktan) Tani Jaya, Poktan Bina Makmur, dan Poktan Gotong Royong, dari Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.

Koordinator IP2TP Kendalpayak, Sagitarius Bambang Ermawan, menyampaikan bahwa perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sangat dinamis, termasuk didalamnya adalah teknologi budi daya porang.

Sagit menambahkan, melalui kegiatan bimtek ini diharapkan IP2TP Kendalpayak bermitra dengan Gapoktan dan Poktan di sekitar IP2TP Kendalpayak dalam memasifkan hilirisasi inovasi pertanian tanaman pangan terutama aneka kacang umbi (akabi).

Untuk menggugah minat berusahatani porang, Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi, M.S. menyampaikan materi tentang Prospek Pengembangan Porang. Yuliantoro membuka paparan materinya dengan menyampaikan keunggulan produk pangan yang dihasilkan dari porang. Lebih lanjut, Peneliti Ahli Utama penyakit tanaman ini menjelaskan hilirisasi industri berbasis agro yang dampaknya mengarah pada nilai tambah bahan baku dan daya saing produk, peningkatan investasi dan ekspor, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Selain itu, Yuliantoro juga menjelaskan mengenai berbagai jenis bahan tanam porang, sentra produksi dan industri pengolahan porang di Indonesia, peluang ekspor, risiko budi daya, pasca panen, serta standar pemasaran umbi porang. Materi diakhiri dengan penjelasan penerapan protokol ekspor chips porang.

Teknologi Budi Daya Porang disampaikan oleh Siti Mutmaidah, S.P., dijelaskan tentang sejarah perkembangan porang di Madiun, budi daya tanaman porang dilahan ternaungi dan lahan terbuka, kunci keberhasilan budi daya porang, siklus hidup, serta perbedaan porang dengan tanaman Amorphopallus lainnya.

Lebih lanjut, terkait teknologi budi daya porang, Mutmaidah menjelaskan tentang penyiapan lahan, syarat tumbuh, persiapan benih, perkiraan kebutuhan benih, serta pemeliharaan porang. Penyampaian materi teknologi budi daya porang diakhiri dengan penjelasan mengenai teknis panen dan penyimpanan porang.

berita-220202-bimtekporang-b

Rasa senang dan bahagia disampaikan oleh perwakilan Gapoktan dan Poktan saat mendapatkan kesempatan mengikuti bimtek. Kedepan bimtek serupa rutin dilakukan agar penguasaan IPTEK terutama tentang akabi dan tanaman pangan lainnya meningkat. Alih teknologi dan adopsi teknologi akan semakin cepat jika sering dikenalkan dan disosialisasikan ke masyarakat”, ungkap Sumarno mewakili rekan Poktan lainnya.

Tidak kalah menarik yang disampaikan oleh Yaya, jika masyarakat/kelompok tani sangat berharap dikenalkan budidaya tanaman lainnya, seperti kacang hijau dan tanaman pangan lain untuk meningkatkan pendapatan dan memutus rantai hama, karena selama ini dalam satu musim mereka terus-menerus menanam padi.

Semoga dengan diadakan bimtek ini dapat memberikan manfaat dan tambahan pengetahuan kepada masyarakat sekitar IP2TP Kendalpayak.

SBE – IP2TP Kendalpayak