Berita ยป Bimtek Teknologi Budi Daya Porang di Madiun

Rangkaian bimbingan teknis (bimtek) porang yang diselenggarakan oleh Direktorat Akabi kali ini dilaksanakan di Madiun, bertempat di Hotel Setia Budi, pada tanggal 12 September 2021.

Hadir dalam acara pertemuan yang bertema Harapan dan Tantangan Petani Porang, antara lain anggota Komisi IV DPR RI H. Muhtarom, S.Sos., Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun Sodik Hery Purnomo, S.Si., staf Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, pelaku usaha dan petani porang serta pemateri bimtek dari Balitkabi, Eriyanto Yusnawan, S.P., Ph.D.

Laporan panitia penyelenggara bimbingan teknis

Laporan panitia penyelenggara bimbingan teknis

Acara secara resmi dibuka oleh H. Muhtarom, S.Sos. Laporan panitia penyelenggara, yang diwakili oleh staf Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, menyampaikan keunggulan tanaman porang yang dapat hidup pada lingkungan ternaungi.

Skala ekonomi porang hulu hingga hilir mulai dikerjakan pemerintah dengan mengakselerasi pengolahan porang hingga nantinya menjadi produk jadi. Untuk mengantisipasi melimpahnya pasokan porang, maka pasar ekspor dan lokal harus dirancang dan dipetakan.

Komoditas porang masih menjadi salah satu komoditas yang menjanjikan dengan kenaikan ekspor signifikan hingga mencapai 20 ribu ton pada tahun 2021 dengan negara tujuan China, Vietnam, Thailand, dan sebagian negara Eropa.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Madiun menuturkan bahwa komoditas porang tidak serta merta booming, namun perjalanan panjang dimulai sejak tahun 1980-an untuk perdagangan porang. Tahun 2013 sudah dimulai adanya kajian bersama untuk pengembangan porang dengan menggandeng beberapa instansi.

Lahirnya varietas Madiun 1 pada tahun 2020 memberi angin segar bagi bangkitnya perbenihan porang bersertifikat di Kabupaten Madiun. Hukum ekonomi supply dan demand akan berlaku, untuk itu perlu dilakukan langkah antisipasi turunnya harga porang pada saat produksi melimpah, perlu dilakukan dengan memperhatikan hilirnya. H. Muhtarom, S.Sos menyatakan bahwa dengan bergabungnya petani ke dalam kelompok tani atau asosiasi akan menguntungkan petani itu sendiri.

Sejarah porang ada di Madiun, sudah sejak lama diperdagangkan. Di kalangan petani porang, panen raya identik dengan hadirnya alat transportasi baru, karena nilai ekonomis porang yang tinggi. Saat ini pemerintah sudah hadir di komoditas porang dengan akan berdirinya pabrik olahan porang di Kabupaten Madiun.

berita-210915-bimtekporang-d

Narasumber dari Balitkabi menyampaikan teknologi budi daya porang. Dalam paparannya, Eriyanto lebih menitikberatkan pada bagaimana budi daya porang ini selaras dengan alam dan kesehatan lingkungan. Dengan meluasnya areal tanam, maka prinsip budi daya kembali ke on-farm organic perlu diperhatikan, mengingat umbi porang dimanfaatkan tidak hanya untuk bahan industri pangan, tetapi juga bahan obat/farmasi.

Penggunaan pupuk organik, baik sebagai pupuk dasar maupun pupuk organik cair dapat diaplikasikan sepanjang siklus hidup porang, dengan mengetahui fase kritis kebutuhan tanaman akan pemupukan. Pupuk organik yang difermentasi dengan multi bakteri berguna, dan juga jamur antagonis diantaranya Trichoderma dapat mendukung sehatnya tanaman dan memperkaya mikrobia berguna dalam tanah, sehingga risiko terinfeksi penyakit pangkal batang atau busuk umbi juga dapat diminimalisir.

Dalam seksi diskusi, menjawab pertanyaan dari peserta dijelaskan pentingnya memilih benih berkualitas, karena merupakan salah satu keberhasilan budidaya tanaman porang, mengingat tanaman ini tidak terlalu rumit dalam perawatannya. Panen katak pada saat belum masuk masa dorman tentu kurang baik dijadikan sebagai bahan tanam.

Pemaparan materi budidaya tanaman porang dari Balitkabi di hadapan peserta bimbingan teknis

Pemaparan materi budidaya tanaman porang dari Balitkabi di hadapan peserta bimbingan teknis

Penanaman pada lingkungan yang berbeda ketinggian tempat, maka lebih baik dipilih bahan tanam yang berasal dari lingkungan sekitar dibandingkan dengan mendatangkan dari luar wilayah, supaya calon tanaman mudah beradaptasi apabila lingkungan mirip atau setipe. Adanya pertanaman monokultur secara luas, perlu diwaspadai munculnya serangan hama dan penyakit. Langkah praktis dilakukan dengan monitoring secara berkala di lahan.

EY