Berita ยป Bimtek Teknologi Budidaya dan Pengelolaan Hama Penyakit Ubi Jalar

Balitkabi melaksanakan Bimbingan Teknis (bimtek) Budidaya dan Pengelolaan Hama Penyakit dan Cara Pengendaliannya, 9 November 2021 di BPP Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, diikuti oleh lebih dari 100 peserta, yang terdiri dari petani, penyuluh, staf Dinas Pertanian, mahasiswa pertanian, eksportir ubi jalar dan pengusaha pupuk organik maupun pemasok ubi jalar.

Kepala Diperta Kabupatan Malang (kiri) dan Sub Koordinator Substansi Jasa Penelitian Balitkabi BS. Koencoro (kanan)

Kepala Diperta Kabupatan Malang (kiri) dan Sub Koordinator Substansi Jasa Penelitian Balitkabi BS. Koencoro (kanan)

Sub Koordinator Substansi Jasa Penelitian Balitkabi, B.S. Koentjoro SP., M.Kom, menyampaikan salah satu mandat Balitkabi adalah menangani komoditas aneka kacang dan umbi (akabi).

Koentjoro juga mengajak petani ubi jalar di wilayah Tumpang maupun Pakis, yang sebetulnya berada sangat dekat dengan Balitkabi, untuk berkunjung ke Balitkabi, untuk berdiskusi dan mendapatkan informasi terkini.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malang (Dr. Ir. Budiar Anwar), menyampaikan bahwa Kabupaten Malang, khususnya Kecamatan Tumpang dan Pakis, merupakan daerah sentra ubi jalar sejak beberapa tahun silam, dan termasuk terbesar selain Mojokerto maupun Lumajang.

Namun demikian, sekarang ini luas pertanaman ubi jalar di dua lokasi tersebut semakin menurun, karena banyak faktor diantaranya harga waktu panen raya rendah, produktivitas ubi jalar di bawah 13 t/ha, dan pengetahuan tentang organisme pengganggu tanaman (OPT) masih relatif rendah.

Narasumber memberikan materi kepada peserta; Dr. Ir. Yusmani Prayogo, M.Si. (kiri) dan Dr. Febria Cahya Indriani, S.P., M.P. (kanan)

Narasumber memberikan materi kepada peserta; Dr. Ir. Yusmani Prayogo, M.Si. (kiri) dan Dr. Febria Cahya Indriani, S.P., M.P. (kanan)

Peneliti Balitkabi menyampaikan paparan tentang teknologi budi daya ubi jalar (Dr. Febria Cahya Indriani, MP.) dan pengelolaan hama penyakit ubi jalar (Dr. Ir. Yusmani Prayogo, M.Si).

Antusiasme peserta terlihat dari sesi diskusi tentang bagaimana cara (a) mempertahankan produktivitas ubi jalar; (b) cara memperoleh harga ubi jalar yang tinggi pada waktu panen; (c) pengembangan pupuk organik yang menggunakan dekomposer cendawan antagonis; (d) cara produksi masal biopestisida BeBas; (e) cara penanganan pasca panen ubi jalar segar agar bertahan dalam waktu cukup lama dalam tempat penyimpanan, dan (f) penanganan penyakit layu yang sekarang ini sering menginfeksi pertanaman ubi jalar di lapangan.

Antusiasme peserta Bimtek

Antusiasme peserta Bimtek

Peserta juga disarankan untuk berkunjung ke Balitkabi apabila memerlukan informasi yang lebih lengkap tentang cara produksi masal biopestisida maupun segi prakteknya, agar petani lebih terampil memproduksi biopestisida dan tidak lagi tergantung pada efikasi pestisida sintetik.

Selain itu, jika mampu memproduksi biopestisida secara mandiri maka petani lebih diuntungkan karena hasil produk ubi jalar terbebas dari paparan residu pestisida sintetik, bahkan produk yang dihasilkan lebih organik, sehingga nilai jual ubi jalar lebih mahal dan dapat mensuplai berbagai supermarket.

YP