Berita » Bimtek Teknologi Budidaya Kacang Hijau yang Efektif dan Efisien di Kabupaten Pamekasan

Kamis, 24 Maret 2022, bertempat di Kelompok Tani Arofah, Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Balitkabi melaksanakan Bimtek Penguatan Komoditas Pangan Berbasis Aneka Kacang dan Umbi, dengan peserta bimtek sejumlah 95 orang. Imam Sutrisno S.P., MM. mewakili Plt. Kepala Balitkabi dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pamekasan merupakan wilayah potensial untuk pengembangan kacang hijau. Pada tahun 2021 Balitkabi juga pernah mengadakan bimtek dengan tema Teknologi Budidaya Aneka Kacang dan Umbi yang dilaksanakan di Kelompok Tani Abadi Desa Gugul. Pada kunjungan tersebut, petani meminta adanya pendampingan dan bimtek khusus terkait komoditas kacang hijau, sehingga bimtek kali ini mendatangkan narasumber dan materi khusus terkait kacang hijau. Harapannya, bimtek ini dapat membantu menyelesaikan permasalahan dan kendala petani di lapang. Bersama petani, hadir Ketua Kelompok Tani dari beberapa wilayah, PPL, dan staf Dinas Pertanian Kabupaten Pamekasan.

Sambutan Kabid Perizinan dan Penyuluhan (kiri), sambutan mewakili Plt. Kepala Balitkabi (kanan)

Sambutan Kabid Perizinan dan Penyuluhan (kiri), sambutan mewakili Plt. Kepala Balitkabi (kanan)

Dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pamekasan, Kabid Perizinan dan Penyuluhan menyampaikan bahwa petani pada umumnya masih menggunakan benih varietas lokal. Namun, beberapa kelompok tani ada yang sudah menggunakan varietas Vima dari Balitkabi pada tahun 2021. Kendalanya adalah pada saat panen petani tidak memisahkan benih dari masing-masing varietas, sehingga tercampur. Permintaan pasar di Kabupaten Pamekasan adalah 40% kacang hijau berbiji kecil untuk dijadikan kecambah, dan 60% biji besar untuk produk bahan makanan lainnya. Petani juga cenderung menyukai benih dengan warna biji hijau kusam dibandingkan yang mengkilap. “Untuk mendapatkan produktivitas di atas 2 t/ha petani kami belum bisa”, ujarnya, karena varietas lokal yang dipakai petani hasilnya 1,5 ton/ha, bahkan ada yang hanya 800 kw/ha. Umur panen juga berkisar 75-76 hari dan panen tidak serempak, bisa mencapai 4 kali panen. “Kami harapkan semoga petani bisa mendapat varietas dengan kriteria persis seperti permintaan pasar, namun dengan produksi tinggi dan efisien waktu”, tambahnya.

Pemaparan materi oleh Dr. Rudi Iswanto (kiri), peserta yang hadir (kanan)

Pemaparan materi oleh Dr. Rudi Iswanto (kiri), peserta yang hadir (kanan)

Narasumber bimtek kali ini, pemulia kacang hijau Balitkabi Dr. Rudi Iswanto yang menyampaikan bahwa “Varietas kacang hijau terbaru rakitan Balitkabi Balitbangtan memiliki semua kriteria tersebut. Dipaparkan dalam materinya, bahwa varietas Vima 1 sampai Vima 5 memiliki kriteria tersebut. Ada yang berbiji besar, berbiji kecil, berwarna hijau kusam, dan hijau mengkilap. Potensi hasil Vima tentunya lebih tinggi dan umur panen yang pendek, serta panen serempak. Dengan menggunakan varietas unggul yang baik dan teknologi budidaya yang tepat tentunya petani akan mendapatkan hasil yang baik”, jelasnya.

Antusiasme petani dalam diskusi cukup tinggi, dengan berbagai pertanyaan terkait permasalahan teknis di lapang. Penyuluh sebagai pendamping kelompok tani juga mengeluhkan beberapa kendala di lapang.  Diskusi dua arah menemukan beberapa solusi diantaranya penggunaan VUB, benih sehat, penanganan hama lalat bibit, dan pemeliharaan yang tepat di lapang. Semoga kegiatan ini dapat memberi dampak bagi petani kacang hijau di Kabupaten Pamekasan.

AN/EU