Berita » Bimtek Varietas dan Teknologi Budidaya Kedelai di BPP Mojoanyar Kabupaten Mojokerto

Ditengah-tengah hiruk-pikuknya komoditas kedelai saat ini, Balitkabi melakukan bimbingan teknis (bimtek) penguatan komoditas pangan berbasis aneka kacang dan umbi. Bimtek yang dilakukan pada tanggal 28 Maret 2022 di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Mojoanyar Kabupaten Mojokerto difokuskan pada inovasi varietas dan teknologi budidaya kedelai. Dihadiri oleh Khairul Hidayat dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto, Koordinator BPP Kecamatan Mojoanyar, Penyuluh, Ketua Gapoktan dan petani, dengan jumlah peserta mencapai 45 orang.

Sambutan dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto (kiri), sambutan mewakili Plt. Kepala Balitkabi (kanan)

Sambutan dari Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto (kiri), sambutan mewakili Plt. Kepala Balitkabi (kanan)

Khairul Hidayat menyampaikan ucapan terimakasih karena Balitkabi telah melaksanakan bimtek di BPP Kecamatan Mojoanyar. Disampaikan juga bahwa pemerintah saat ini telah berusaha untuk mengembangkan luasan pertanaman kedelai untuk meningkatkan produksi dan memenuhi kebutuhan dalam negeri.

“Tahun 2022 Kabupaten Mojokerto mendapatkan program penerimaan bantuan pengembangan kedelai, dan wilayah Mojoanyar merupakan wilayah terluas untuk pelaksanaan kegiatan ini, sehingga harapan kami bahwa peserta yang hadir pada hari ini dapat merupakan perwakilan dari para penerima bantuan kegiatan tersebut, sehingga ilmu yang dapat diterima dapat dimanfaatkan dengan tepat, dan produksi kedelai di Kabupaten Mojokerto bisa ditingkatkan” tambahnya.

Dr. Rudi Iswanto, S.P., M.P. mewakili Plt. Kepala Balitkabi, menyampaikan bahwa bimtek hari ini merupakan seri ke-8 dari program bimtek tahun 2022. “Kedelai merupakan komoditas yang sensitif saat ini, hal ini dikarenakan harga bahan baku kedelai mahal, pedagang protes! Harga kedelai murah, petani protes!” ucapnya.

“Oleh karena itu, bagaimana kita cari formulasi bersama agar petani tidak dirugikan. Bagaimana caranya? Salah satunya dengan peningkatan produksi melalui penggunaan inovasi dan teknologi yang telah dihasilkan Badan Litbang Pertanian”, demikian tegasnya.

Rudi menambahkan “Tahun 2022 kedelai nasional akan dikembangkan di 16 provinsi di Indonesia, salah satunya di Jawa Timur, dan Kabupaten Mojokerto berpotensi menjadi wilayah bidikan dalam pengembangan kedelai. Oleh karena itu, kita perlu menyiapkan diri memperbaiki pola budidaya untuk meningkatkan hasil produksi kedelai menjadi lebih baik. Dengan penggunaan teknologi yang disesuaikan dengan ekosistem di wilayah Mojoanyar, dan penggunaan VUB yang tepat, diharapkan produksi kedelai di wilayah ini dapat meningkat dan berdampak luas.

Narasumber pengembangan varietas kedelai Dr. Ayda Krisnawati (kiri), narasumber teknologi budidaya kedelai Ir. Suhartina, MP. (kanan

Narasumber pengembangan varietas kedelai Dr. Ayda Krisnawati (kiri), narasumber teknologi budidaya kedelai Ir. Suhartina, MP. (kanan

Dua pemateri dari Balitkabi, yakni Dr. Ayda Krisnawati, S.P., M.Sc. dan Ir. Suhartina, M.P. menyampaikan materi terkait pengembangan varietas kedelai dan teknologi budidaya kedelai. Dalam pemaparannya, Ayda menyampaikan aspek asal usul kedelai dan varietas, produk olahan kedelai, potret kedelai Indonesia, dan varietas unggul baru.

Suhartina pada pemaparan pertamanya menyampaikan bahwa untuk menghasilkan produksi kedelai di atas 2,5 t/ha, maka yang perlu diperhatikan pertama adalah populasi tanaman minimal 75%, yang tentunya didukung dengan pemeliharaan dan perawatan yang efektif. Suhartina juga menambahkan materi terkait pengenalan tanaman kedelai (kebutuhan cahaya, fase tumbuh, dan kesesuaian lahan), serta teknologi budidaya.

Disampaikan bahwa teknologi budidaya kedelai rakitan Balitkabi ada 4, yakni (1) Budidaya di lahan sawah setelah padi, (2) Budidaya di lahan sawah tadah hujan, (3) Budidaya di lahan kering/kering masam, dan (4) Budidaya di lahan pasang surut tipe C dan D.

Peserta bimtek di Mojokerto

Peserta bimtek di Mojokerto

Diakhir pemaparannya, pemateri mengajak, “Mari budidayakan tanaman kedelai kita dengan teknologi budi daya anjuran, karena dengan penerapan teknologi yang tepat, maka hasil yang akan diperoleh pasti optimal sesuai yang kita harapkan”.

EU/AK/DSB