Berita » Biodiversitas dan Tourism dalam International Conference on Biodiversity (ICB) di Mataram

International Conference on Biodiversity (ICB) di Mataram 14-15 Desember 2019.

International Conference on Biodiversity (ICB) di Mataram 14-15 Desember 2019.

Pariwisata adalah salah sektor yang menjadi andalan pemerintah untuk mendulang pendapatan negara. Semakin tinggi angka wisatawan semakin tingi pendapatan negara. Namun ada sisi lain yang perlu diperhatikan, terutama dalam pengembangan wisata alam, yaitu konservasi sumber daya genetik di area wisata. Salah satu upaya untuk itu adalah dengan mengembangkan Sustainable Tourism. Pendekatan Sustainable Tourism merupakan salah satu dari dua topik utama pada International Conference on Biodiversity (ICB) dengan tema The Biological Diversity and Sustainable Tourism Development yang diselenggarakan di Mataram pada tanggal 14-15 Desember 2019.

Acara dibuka oleh Rektor Universitas Mataram didampingi Ketua Masyarakat Biodiversitas Indonesia (MBI), dan Ketua Regional MBI. Dua topik utama pada ICB Mataram tersebut adalah Can Tourism Development Ever Be Sustainable! disampaikan oleh Prof. Dr. M. Zakaria Hussin dan Martins Onwuka dari Universiti Putra Malaysia dan Evolutionary and Global Spread of Termites disampaikan oleh Prof. Dr. Theodore A. Evans dari The University of Western Australia. Prof. Evans menguraikan economically important, ecologically important, generic diversity, global patterns of diversity, analisis phylogeny serta evolusi rayap.

Setelah penyampaian makalah utama, disampaikan 100 makalah yang berasal dari 29 Universitas/Politeknik Indonesia dan Iran, 9 BPTP/BB/Puslit lingkup Kementan, LIPI, serta Balit-KSDA, baik secara oral maupun dalam bentuk poster. Makalah tersebut dikelompokkan ke dalam lima topik yaitu : Genetic diversity, Diversity of species, Diversity of Ecosystem, Ethnobiology and Socioeconomics, dan Bioscience.

Peneliti Balitkabi berpartisipasi dalam acara tersebut dengan menyampaikan enam makalah yang terbagi ke dalam tiga topik yaitu Genetic diversity, Ethnobiology and Socioeconomics dan Bioscience. Keenam makalah tersebut adalah Efficacy of control technology components against peanut pod borer, Etiella zinckenella (Marida Santi Yudha Ika Bayu, Yusmani Prayogo, AA Rahmianna), Impact of biopesticide inundation on major soybean pests and diseases (Yusmani Prayogo, Marida Santi Yudha Ika Bayu, Gatut Wahyu Anggoro Santoso), Diversity of species and population of pests, diseases and natural enemies in soybean as an impact of biopesticides application (Yusmani Prayogo, Marida Santi Yudha Ika Bayu, Gatut Wahyu Anggoro Santoso), Evaluation of mungbean lines for resitance to Cercospora leaf spot and powdery mildew disease in the greenhouse (Sumartini, Trustinah), Matriconditioning techniques and biological fertilizer applications to improve quality and soybean seed production (Didik Sucahyono dan Didik Harnowo), dan Morpho-agronomics variability on groundnut (Arachis hypogaea L) germplasm and its prospects for cultivar development (Novita Nugrahaeni, Nuryati, Rudi Iswanto). Makalah terakhir terpilih sebagai pemenang poster pada kegiatan tersebut.

Pada sesi penutupan disampaikan bahwa saat ini terdapat 300 KTI yang sedang dalam proses review untuk publikasi di Jurnal Biodiversitas. Jurnal Biodiversitas adalah jurnal ilmiah terindeks Scopus yang sering menjadi tujuan publikasi makalah yang dipresentasikan pada kegiatan ICB.

Peneliti Balitkabi berpartisipasi dalam ICB Dr. Novita Nugrahaeni, Dr. Yusmani P, dan Ir. Sumartini, MS (kiri) dan Dr. Novita Nugrahaeni menerima hadiah sebagai poster terbaik ICB Mataram 2019 (kanan)

Peneliti Balitkabi berpartisipasi dalam ICB Dr. Novita Nugrahaeni, Dr. Yusmani P, dan Ir. Sumartini, MS (kiri) dan Dr. Novita Nugrahaeni menerima hadiah sebagai poster terbaik ICB Mataram 2019 (kanan)

NN/S/YP