Berita ยป Bioteknologi Untuk Keamanan Pangan Dan Sumber Daya Genetik

mma

Research Center for Bioresources and Biotechnology (RCBio), Institut Pertanian Bogor, bekerjasama dengan American Embassy melaksanakan International Workshop tentang The Role of Agricultural Biotechnology in Food Security and the Sustainable Use of and Conservation of Biodiversity, di Grand Sahid Jaya Hotel Jakarta, 3 September 2013. Agenda workshop dibagi menjadi dua sesi yakni (1) Biotechnology for Food Security and the Conservation and Sustainable Use of Biodiversity membahas tentang (a) Addressing Biotechnology and Food Security (Prof. Dr. Ani Mardiastuti, Bogor Agricultural University, (b) Role of Agricultural Biotechnology in Addressing Food Security and Climate Change (Dr. Inez Hortense Slamet-Loedin, Senior Scientist from International Rice Research Institute; serta (2) Science-based Regulatory Best Practices dengan topik bahasan meliputi (a) Enabling the Safe Use and Trade of Products of Agricultural Biotechnologies: a U.S. Perspective (Dr. Pesach (Pace) Lubinsky, FAS/USDA , (b) Biosafety Assessment of Transgenic Crops in Latin America (Dr. Ana Sittenfeld, Prof of Molecular Biology (Retired), University of Costa Rica). Welcome Remarks disampaikan oleh Prof. Dr. Sony Suharsono, Director of RCBio, IPB, workshop diikuti oleh peneliti, pengusaha dan pemerhati Boteknologi dan Biodiversitas, baik dari lembaga pemerintah, perusahaan swasta dan organisasi kemasyarakatan. Keynote Addresses dan pembukaan dilakukan oleh Deputy Minister for Environmental Degradation and Climate Change. Sedangkan Closing remarks oleh Ali Abdi, dari Agricultural Counselor, US Embassy. Pemulia kedelai Balitkabi (Muchlish Adie) diundang dan hadir pada workshop tersebut.
Sumber Daya Genetik bukan hanya mandat pemerintah tetapi menjadi tugas kita semua, baik sebagai individu maupun sebagai institusi (pemerintah maupun swasta). Kita tetap memperhatian 3 level biodiversitas yakni genetics, species dan ecosystems. Pangan dalam kaitannya dengan perubahan iklim disarankan melakukan discovery terhadap spesies baru yang mampu beradaptasi pada kondisi kekeringan dan salinitas. Bioteknologi diperlukan untuk peningkatan kualitas dan memperluas adaptasi komoditas pangan. Pengalaman pada komoditas padi di IRRI dan Costa Rica disampaikan sebagai contoh penerapan bioteknologi yang saat ini telah memperoleh keberhasilan pada beberapa aspek kualitas dan adaptasi terhadap cekaman lingkungan. Disarankan, Asia must take full advantage of revolutions in biology; genetics and information technology.

MMA/Eriy