Berita Ā» BPTP Jateng Gandeng Balitkabi Sukseskan MAPR2L

yusmani_edt

Balitkabi menerima menerima kunjungan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Tengah, Dr Tri Sudaryono dan peneliti senior Dr Bambang Prayudi berkunjung ke Balitkabi pada Kamis (13/6). Kunjungan ini untuk menindaklanjuti program baru Badan Litbang Pertanian, yaitu MAPR2L (Model Akselerasi Pertanian Ramah Lingkungan Lestari) serta pengembangan kedelai di Jawa Tengah. MAPR2L dikumandangkan oleh Ka Badan (Dr Haryono) pada berbagai pertemuan termasuk di acara Raker Khusus di Bogor, 10-12 Juni 2013. Plh Kepala Balai (Dr Yusmani Prayogo) didampingi oleh peneliti senior: Prof Dr Subandi, Prof Dr Arief Harsono, Dr Suharsono dan Ir Sri Hardaningsih MS. Dr Tri Sudaryono menyampaikan rencana program pengembangan MAPR2L tanaman kedelai berbasis non pestisida kimia di Jawa Tengah akan dimulai tanam pada awal Juli 2013, dengan kisaran luas pengembangan MAPR2L mencapai 4 ha. Untuk mendukung program tersebut, Balitkabi menyediakan berbagai teknologi budidaya dan benih. Dr Yusmani menyampaikan alternatif yang dapat disumbangkan oleh Balitkabi, yaitu: pupuk hayati kaya hara SANTAP dan ILETRISOY, biofungisida TRICHOL-8 berfungsi sebagai perawatan benih (seed treatment) yang mengandung mikroba dan mampu menekan perkembangan penyakit tular tanah (Rhizoctonia solani, Sclerotium rolfsii, Fusarium sp., Phytium sp., dan Phytophthora sp). Di samping itu, Trichol 8 juga berfungsi sebagai dekomposer sehingga mampu meningkatkan vigor tanaman dan akhirnya tanaman lebih toleran terhadap serangan patogen, formulasi bakteri Pf (Pseudomonas flourescens) mampu menekan serangan patogen tular tanah dan penyakit bakteri pustul yang disebabkan oleh Xanthomonas axonopodis, formulasi SlNPV yang efektif untuk membunuh larva ulat pemakan daun Spodoptera litura, penggulung daun (Lamprosema indicata), dan ulat jengkal (Chrysodeixis chalcites). Perkembangan terkini menunjukkan bahwa formulasi SlNPV yang dihasilkan Balitkabi (peneliti Drs Bedjo Msi) mampu juga membunuh larva hama penggerek polong kedelai (Etiella zinckenella).

Kepala BPTP Jawa Tengah (Dr Tri Sudaryono) memaparkan beberapa program pengembangan kedelai yang direncanakan dan Dr Yusmani Prayogo menjelaskan berbagai teknologi budidaya dan pengelolaan hama kedelai kepada Kepala BPTP Jawa Tengah yang didampingi oleh para peneliti senior. Teknologi pengendalian hama yang andal untuk hama pengisap polong kedelai adalah Bio-Lec menurut paparan PLH Ka Balitkabi. Bio-Lec yang terformulasi dalam bentuk tepung juga mampu membunuh hama kutu kebul (Bemisia tabaci) dan beberapa penyakit kedelai yang bersifat obligat yaitu karat daun (Phakopsora pachyrhizi), downy mildew (Peronospora manshurica) dan powdery mildew (Microsphaera diffusa). Produk ini juga aman terhadap kelangsungan hidup musuh alami sehingga memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan pada lahan pertanian yang bersifat organik bebas pestisida kimia. Semua teknologi tersebut kata Pak Tri akan diterapkan dalam pengemĀ­bangan kedelai di Jawa Tengah. Balitkabi juga diminta untuk menjadi narasumber sosialisasi teknologi dan pelatihan pengembangan berbagai biopestisida kepada para petani di Jawa Tengah. Pada kesempatan yang sama, Kepala BPTP juga akan mengadakan pengembangan kedelai di bawah tegakan kawasan hutan jati dengan luas mencapai 1800 ha. Pengembangan kedelai tersebut sebagai tindaklanjut program yang sudah dikerjakan bersama dengan Balitkabi pada tahun 2012 di KPH Jawa Tengah khususnya di Desa Telawa. Menurut penuturan Pak Tri bahwa Kepala KPH Jawa Tengah yang baru (Bpk Deny) sangat impresif terhadap kegiatan kolaborasi antara Balitkabi, BPTP dan Dinas Perhutani Jawa Tengah dalam pengembangan kedelai di bawah hutan jati yang telah berlalu dua tahun silam. Program terakhir yang akan dikerjakan bersama antara Balitkabi dengan BPTP Jawa Tengah, yaitu KABI Herbal yang akan menampilkan display berbagai varietas unggul kedelai yang sudah dihasilkan oleh Balitkabi. Kegiatan ini disinkronkan dengan agenda Festival Provinsi Jawa Tengah yang diadakan setiap tahun oleh Kepala daerah setempat, kegiatan ini akan mulai tanam pada bulan Agustus seluas 500 m2. Diharapkan Balitkabi menyediakan materinya. Mengingat Jawa Tengah merupakan salah satu sentra produsen kedelai nasional maka peran peneliti Balitkabi diharapkan dapat mendukung kesuksesan program tersebut.

Dr. Yusmani/AW