Berita » Budi Daya Kedelai Berbasis Pupuk dan Pestisida Hayati Merambah di Lombok Tengah

Keragaan tanaman kedelai umur 10 hari di Kecamatan Pujut Lombok Tengah, MK 2018.

Keragaan tanaman kedelai umur 10 hari di Kecamatan Pujut Lombok Tengah, MK 2018.

Setelah mampu meningkatkan produktivitas kedelai pada sawah tadah hujan di Maros Sulawesi Selatan pada MK I 2017 dari 1,50 t/ha menjadi 2,5−3,2 t/ha (rata-rata 2,7 t/ha) seluas 50 ha, pada MK I 2018 Biodetas (budi daya kedelai di lahan sawah tadah hujan) diperkenalkan pada petani sawah tadah hujan di Lombok Tengah. Program ini bertujuan untuk memperkaya penyediaan benih kedelai, dan memperkenalkan teknologi Biodetas pada petani agar tertarik untuk bertanam kedelai setelah panen padi di sawah tadah hujan yang dimiliki. Hal ini penting karena untuk mencapai swasembada kedelai, kita masih membutuhkan peningkatan luas panen dari yang ada saat ini (600 ribu ha) menjadi sekitar 2,0 juta ha. Salah satu jenis lahan yang potensial untuk pengembangan luas areal panen tersebut adalah sawah tadah hujan. Luas sawah tadah hujan di Indonesia mencapai 3,7 juta ha, seluas 40.000 ha diantaranya ada di NTB dan belum banyak dimanfaatkan untuk bertanam kedelai secara optimal.

Untuk pengembangan Biodetas di Lombok Tengah, pada 28 Februari 2018 telah dilakukan koordinasi dengan ketua Kelompok Tani Remaja Tani (Bapak Pajarudin) dan ketua Kelompok Tani Pade Angan (Bapak Sarafudin) sebagai pelaksana kegiatan di Kecamatan Pujut, serta dengan Penangkar Benih di Kecamatan Mujur Bapak H. Kordianto untuk menampung pemasaran hasil kegiatan Biodetas. Selanjutnya pada 1 Maret 2018 dilakukan sosialisasi program Biodetas pada anggota kedua Kelompok Tani tersebut di Desa Penggembur Kecamatan Pujut dengan narasumber Peneliti dari Balitkabi yaitu Prof. Dr. Arief Harsono dan Dian Adi Anggraeni Elizabeth, M.Agr.Sc. Sosialisasi Biodetas dihadiri oleh peneliti dari BPTP NTB Ir. Seniman, Penyuluh Pertanian wilayah Pujut H. Jafar, dan sekitar 50 petani dari Kelompok Tani Remaja Tani dan Pade Angan.

Keragaan tanaman padi di sawah tadah hujan Lombok Tengah pada MH 2018 yang dimanfaatkan untuk pengembangan Biodetas.

Keragaan tanaman padi di sawah tadah hujan Lombok Tengah pada MH 2018 yang dimanfaatkan untuk pengembangan Biodetas.

Biodetas di Lombok Tengah akan dilaksanakan seluas 40 ha, dan hingga 29 Maret 2018 telah tertanam kedelai seluas 18 ha dengan umur berkisar antara satu hingga sepuluh hari. Varietas yang digunakan sebagian besar adalah Argomulyo, selebihnya diperkenalkan pula Varietas Burangrang, Dega 1, dan Dena 1. Pertumbuhan dan produktivitas tanaman selanjutnya sepenuhnya bergantung pada curah hujan, semoga curah hujan yang yang tersisa masih cukup untuk memenuhi kebutuhan tanaman kedelai, sehingga tanaman mampu memberikan hasil dan pendapatan yang memadai.

Sosialisasi program Biodetas di Kecamatan Pujut Lombok Tengah 1 Maret 2018.

Sosialisasi program Biodetas di Kecamatan Pujut Lombok Tengah 1 Maret 2018.

AH