Berita » Calon Varietas Kedelai Kaya Isoflavon dan Berdaya Hasil Tinggi

Kedelai dikenal sebagai komoditas yang tidak hanya memiliki kandungan protein tinggi, namun juga memiliki kandungan isoflavon tinggi. Isoflavon merupakan senyawa flavonoid aktif yang terdapat pada biji kedelai, dan terdapat dalam dua bentuk, yaitu glukosida (glucoside) dan aglikon (aglycone).

Genistein dan daidzein dinilai sebagai komponen paling bernilai penting untuk kesehatan manusia. Melalui Program Prioritas Riset Nasional (PRN) 2020/2021, Balitkabi merakit varietas kedelai dengan kandungan isoflavon tinggi. Pada tahun 2020/2021 dilakukan uji daya hasil pendahuluan serta uji keragaan karakter agronominya di Pasuruan dan Mojokerto.

berita-211013-calonisoflavon-a

Berdasarkan kajian yang dilakukan di dua lokasi tersebut, rata-rata hasil biji dari 50 genotipe kedelai di Pasuruan adalah 2,48 t/ha, dan di Mojokerto adalah 3,31 t/ha. Kandungan isoflavon total (daidzein, glycitein, dan genistein) dari 50 genotipe kedelai antara 45,91 – 631,08 mg/kg.

Rentang kandungan daidzein antara 20,52 – 313,05 mg/kg, kandungan glycitein antara 2,08 – 157,08 mg/kg, dan rentang kandungan dari genistein berkisar antara 24,06 – 307,45 mg/kg. Balitbangtan telah melepas varietas kedelai kaya isoflavon yang diberi nama Devon 1 pada tahun 2015. Kandungan isoflavon total dari Devon 1 pada kajian ini mencapai 519,17 mg/kg.

Uji daya hasil kedelai pada MK 2 tahun 2020

Uji daya hasil kedelai pada MK 2 tahun 2020

Dari serangkaian kajian ini, berhasil diperoleh lima genotipe kedelai yang kandungan isoflavonnya tinggi, yakni antara 576,32 – 631,08 mg/kg. Bagaimana keragaan karakter agronomi dari lima genotipe tersebut? Ternyata, hasil bijinya antara 2,84 – 3,10 t/ha, ukuran bijinya antara 14,10 – 16,66 g/100 biji, dan umur masaknya antara 76 – 79 hari.

Artinya, terdapat peluang untuk memperoleh calon varietas kedelai yang memiliki kandungan isoflavon lebih tinggi dari saudara tuanya, yakni Devon 1.

MMA