Berita ยป Calon Varietas Unggul Baru Kedelai untuk Bahan Baku Soyjoy

Dr. Novita Nugrahaeni didampingi Narendra Duhita, Ph.D (R&D PT. AIO) mempresentasikan usulan calon varietas kedelai

Dr. Novita Nugrahaeni didampingi Narendra Duhita, Ph.D (R&D PT. AIO) mempresentasikan usulan calon varietas kedelai

Soyjoy merupakan snack bar berbahan baku utama kedelai. Soyjoy diproduksi oleh PT. Amerta Indah Otsuka (PT. AIO) dari pabrik yang berlokasi di Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur dan resmi beroperasi sejak tahun 2018 dengan kapasitas produksi 60 juta batang Soyjoy per tahun. Hingga saat ini, bahan baku kedelai yang digunakan merupakan kedelai non-GMO yang diimpor dari negara tertentu. PT. AIO berupaya mengganti bahan baku kedelai impor dengan kedelai Indonesia.

Upaya mencari kedelai domestik yang sesuai untuk bahan baku Soyjoy dilakukan sejak 2016 hingga 2018 oleh Divisi R&D PT. AIO dengan melakukan pengujian terhadap biji dari 45 varietas unggul kedelai dan teridentifikasi satu varietas yang secara sensoris relatif sesuai untuk bahan baku Soyjoy, yaitu varietas Grobogan. Pengujian selanjutnya dilakukan terhadap 28 galur kedelai hasil persilangan yang menggunakan varietas Grobogan sebagai salah satu tetuanya, dan teridentifikasi enam galur yang lebih sesuai untuk bahan baku Soyjoy dibandingkan varietas Grobogan. Pada tahun 2019 PT. AIO melakukan kerja sama penelitian dengan Balitkabi dengan tujuan menghasilkan varietas kedelai unggul sesuai untuk Soyjoy. Standar mutu kedelai yang diinginkan adalah berkadar gula total tinggi dan mempunyai rasa sesuai standar yang telah ditentukan oleh PT. AIO untuk produk Soyjoy.

Dari serangkaian penelitian yang dilakukan sejak tahun 2019 hingga tahun 2020, teridentifikasi tiga galur harapan yang berkadar gula lebih tinggi serta lebih sesuai untuk Soyjoy dibandingkan varietas acuan (varietas Grobogan). Pada tahun 2021, ketiga galur tersebut diajukan ke tim penilai pelepasan varietas oleh R&D PT. AIO yang diwakili oleh Narendra Duhita, Ph.D bersama tim peneliti Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) yang dimotori oleh empat pemulia kedelai Dr. Novita Nugrahaeni, Dr. Titik Sundari, Dr. Gatut Wahyu Anggoro S dan Purwantoro, SP.

Keunggulan ketiga galur yang diusulkan dipaparkan oleh Dr. Novita Nugrahaeni dihadapan Tim Penilai Varietas Tanaman Pangan (PVTP) pada sidang pelepasan varietas yang digelar di Hotel Salak Bogor hari Selasa, tanggal 29 Juni 2021. Tim penilai terdiri atas Prof. Dr. Satoto, MS., Dr. Ir. Muchlish Adie, MS., Dr. M. Azrai, SP., MP., Drs. Lukman Hakim, Dr. Ir. Sobrizal, M.Sc., Dr. Ir. Syahyuti, M.Si., Wiji Astutiningsih, SP., MP., Ir. HME. Achdijat Basari, Ir. Ayub Darmanto, dan Zulharman Djusman, SE.

Hasil sidang evaluasi dan penilaian memutuskan bahwa dua dari tiga galur yang diusulkan direkomendasikan untuk dilepas menjadi varietas unggul baru sesuai untuk Soyjoy, sesuai berita acara hasil sidang No. 29/TPVTP/06/2021, tanggal 29 Juni 2021. Kedua galur yang direkomendasikan untuk dilepas adalah Grobogan x Panderman-395-4 dan Grobogan x Panderman-428-1, berturut-turut dengan nama varietas Osoya 1 Agritan dan Osoya 2 Agritan. Kedua galur tersebut memiliki kadar gula 2,86% dan 2,73% serta lebih sesuai untuk Soyjoy dibandingkan varietas standar (varietas Grobogan). Potensi hasil kedua galur tersebut lebih dari 3,5 t/ha, berukuran biji besar (>23 g/100 biji) dan berumur genjah (78 hari).

soyjoy soyjoy1
Galur Grobogan x Panderman-395-4
soyjoy2 soyjoy3
Galur Grobogan x Panderman-428-1
Peneliti dari R&D PT AIO Narendra Duhita, Ph.D (keempat dari kiri) dan tim peneliti Balitkabi berfoto bersama pimpinan sidang Prof. Dr. Satoto, MS (tengah) dan dua tim penilai usai pelaksanaan sidang penilaian calon varietas

Peneliti dari R&D PT AIO Narendra Duhita, Ph.D (keempat dari kiri) dan tim peneliti Balitkabi berfoto bersama pimpinan sidang Prof. Dr. Satoto, MS (tengah) dan dua tim penilai usai pelaksanaan sidang penilaian calon varietas

AT/NN/GW/PW