Berita » Capaian PUI Akabi pada B09

Inovasi teknologi menjadi kebutuhan dan tuntutan msasyarakat saat ini. Penguatan kelembagaan iptek merupakan langkah penting dalam penguatan sistem inovasi nasional agar lembaga iptek dapat berkinerja tinggi dengan menghasilkan inovasi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas adopsi pengguna teknologi (masyarakat, industri, dan pemerintah).

Balitkabi telah ditetapkan sebagai salah satu pusat unggulan iptek (PUI) sejak 2015 dan kemajuannya dievaluasi setiap tiga bulan. Pada 13–14 Oktober 2016 dilakukan monitoring dan evaluasi terhadap capaian PUI Akabi pada B09 (September). Pengevaluator Tim Pakar terdiri dari Prof. Dr. Suyamto dan Dr. I Made Jana Mejaya, didampingi oleh Sekretariat PUI Kemenristek & Dikti yaitu Edita Diah Triana Dewi dan Mely Maulidiani.

Pada pembukaan Monev B09, Kepala Balitkabi, Dr. Didik Harnowo, menyampaikan pentingnya capaian dan pemacuan adopsi teknologi, khususnya di bidang aneka kacang dan umbi. Diharapkan PUI Akabi terus berkembang dan yang penting secepatnya meraih akreditasi KNAPPP, untuk melengkapi capaian sertifikasi dan akreditasi yang sudah dicapai saat ini.

Sekretariat PUI menyampaikan bahwa monev saat ini dilakukan secara on-line dan memerlukan pemahaman bersama termasuk pengelola PUI di setiap lembaga dan Tim Pakar.

Capaian PUI Akabi hingga B09 hampir seluruhnya telah terpenuhi, bahkan beberapa hal telah terlampaui. Dua kendala capaian berada pada output publikasi nasional terakreditasi dan lulusan S3 berbasis riset akabi. Banyak masukan yang disampaikan Tim Pakar, termasuk strategi dan kebijakan mencapai kendala khususnya KTI Nasional.

Solusinya memang tidak hanya ditangani PUI Akabi namun menjadi tugas komponen Balitbangtan. Terpenting disampaikan oleh Kepala Balitkabi adalah kesadaran peneliti dan pejabat Eselon IV untuk mendukung kesiapan data dan informasi yang diperlukan.

14-10-16

Tindaklanjut hasil monev harus diselesaikan secara online paling lambat 15 November 2016.

MMA