Berita » Cireundeu: Si Kampung Singkong

cireundeuCireundeu adalah sebuah kampung di wilayah Desa Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat. Penduduk kampung Cireundeu yang berjumlah sekitar 700 KK, sebagian besar mengkonsumsi singkong sebagai makanan pokoknya. Kebiasaan tersebut merupakan warisan leluhur yang masih dijaga hingga saat ini. Penduduk Cireundeu membuat beras dari singkong yang disebut Rasi (beras singkong). Sebagian masyarakat Cireundeu masih memegang teguh tradisi tersebut. “Pamali (pantangan) bagi kami makan nasi dari beras”, kata Abah Asep selaku tetua adat kampung Cireundeu, sehingga kampung Cireundeu mendapat julukan “Dewitapa”, Desa Wisata Ketahanan Pangan berbasis singkong.

Penduduk Cireundeu secara turun temurun membuat tepung tapioka secara tradisional untuk dijual. Rasi dibuat dari ampas parutan singkong yang telah diperas airnya untuk diendapkan menjadi tapioka. Singkong yang banyak ditanam sebagai bahan baku tapioka dan rasi adalah lokal Karikil yang merupakan singkong racun. Saat ini Karikil mulai punah karena banyak terserang penyakit busuk, sehingga penduduk Cireundeu berharap ada jenis singkong baru sebagai pengganti Karikil.

Balitkabi dan Dinas Pertanian Kota Cimahi digandeng oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian (BB Pascapanen) Bogor untuk mengembangkan teknik budi daya ubi kayu serta penanganan pascapanen ubi kayu. Melalui kegiatan “Kawasan Bioindustri Pangan Lokal Berbasis Ubi Kayu”, pada minggu ketiga bulan April 2018, BB Pascapanen menyelenggarakan acara Bimbingan Teknologi Pengolahan dan Budi Daya Ubi Kayu dengan narasumber Prof. Abu Bakar (BB Pascapanen), Dr. Heny Erawati (BB Pascapanen), dan Dr. Kartika Noerwijati (Balitkabi). Acara dihadiri oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Cimahi, Camat Cimahi Selatan, Kepala Desa Leuwigajah, Tetua Adat Kampung Cireundeu, Petugas Penyuluh Lapang, serta Ketua dan anggota Kelompok Tani Cireundeu Mekar.

cireundeu1

Kartika memberikan bimbingan teknis pelaksanaan budi daya ubi kayu secara tumpangsari double row dengan kacang tanah. Varietas ubi kayu yang diperkenalkan adalah Malang 4, Litbang UK 2, dan UK 1 Agritan yang ditungpangsarikan dengan kacang tanah varietas Tuban dan Talam 2. Prof. Abubakar dan Dr. Heny memandu anggota Kelompok Tani Cireundeu Mekar dalam olahan singkong. Rasi yang saat ini memiliki bentuk tidak beraturan, diharapkan dengan bantuan mesin pengolah beras analog, bentuk rasi dapat menyerupai beras.

Disamping rasi, hasil olahan lain berbahan baku singkong yang menarik dari Cireundeu adalah egg roll dari tepung rasi dan dendeng kulit singkong. Tidak ada yang terbuang, semua bagian tanaman singkong dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Cireundeu.

KN