Berita » Daya Tarik Komoditas Aneka Kacang dan Umbi di AIF 2021

Kiprah Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) dalam memajukan pertanian Indonesia tidak diragukan lagi. Selama 47 tahun bekerja, Balitbangtan telah menghasilkan ratusan invensi yang tidak hanya bersifat ilmiah, namun telah sampai ke hilir, dimanfaatkan oleh masyarakat luas, dan mendukung perekonomian nasional melalui ekspor yang semakin meningkat. Demikian disampaikan Kepala Balitbangtan, Dr. Ir. Fadjry Djufry, M.Si., pada pembukaan Agro Inovasi Fair (AIF) 2021 di Balai Penelitian Tanaman Hias, Segunung, Kabupaten Cianjur pada 9 September 2021.

berita-210913-balitkabiaif21-c

Kinerja Balitbangtan juga diapresiasi Menteri Pertanian Dr. H. Syahrul Yasin Limpo, S.H., M.Si., M.H. Dalam sambutannya, Mentan mengatakan “Pertanian Indonesia, hasil-hasil penelitian pertanian kita tidak kalah dengan negara lain. Yang perlu ditingkatkan adalah fighting spirit dan sinergi dengan semua pihak; petani, pemerintah daerah, pedagang, dan pengusaha dari semua sektor untuk memanfaatkan hasil-hasil pertanian yang ada di daerah. Generasi muda juga diharapkan terlibat aktif, karena peluang pengembangan pertanian Indonesia sebagai salah satu sumber pangan dunia masih sangat terbuka”.

Komoditas Akabi semakin menarik perhatian pelaku usaha, karena memiliki peluang di pasar domestik maupun internasional. Pada kesempatan AIF 2021, Kepala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Dr. Ir. Titik Sundari, M.P., bertemu dengan eksportir komoditas hortikultura dari Jawa Barat yang telah memanfaatkan VUB ubi jalar Balitbangtan, Antin 1, Antin 2, Antin 3, Beta 1, dan Beta 2 sebagai salah satu komoditas yang dikembangkan.

Disampaikan bahwa budidaya ubi jalar termasuk sederhana, bahkan bisa ditumpangsarikan dengan tanaman buah seperti durian, pepaya, dan lainnya. Disamping itu, permintaan pasar dari luar negeri seperti Singapura masih tinggi, semakin menegaskan bahwa nilai ekonomi komoditas ini sangat menguntungkan.

Kepala Balitkabi Dr. Ir. Titik Sundari, M.P. berbincang dengan pelaku eksportir ubi jalar (kiri) dan MNC Land (kanan) pada acara AIF 2021

Kepala Balitkabi Dr. Ir. Titik Sundari, M.P. berbincang dengan pelaku eksportir ubi jalar (kiri) dan MNC Land (kanan) pada acara AIF 2021

Selain sebagai komoditas ekspor, tanaman akabi juga menarik perhatian pengelola Agro Eduwisata. Dalam bincang-bincang dengan perwakilan MNC Land yang menemui Kepala Balitkabi pada event AIF 2021 ini disampaikan bahwa tanaman akabi terutama ubijalar berwarna (ungu, orange) menjadi salah satu daya tarik karena dapat ditampilkan performa tanamannya sekaligus produk olahannya yang sangat variatif. Produk olahan dari aneka umbi ini menjadi unggulan, baik sebagai sajian untuk para tamu maupun juga sebagai oleh-oleh.

Tidak hanya umbi, produk aneka kacang seperti kedelai dan kacang hijau juga berpeluang besar untuk dikembangkan, demikian disampaikan Kepala Balitkabi saat diwawancarai oleh TV Tani. Disampaikan juga bahwa saat ini varietas unggul kacang hijau yang dihasilkan Balitbangtan telah dimanfaatkan oleh masyarakat luas, karena penyediaan benihnya juga telah dilisensi oleh perusahaan benih swasta.

Kepala Balitkabi Dr. Ir. Titik Sundari, M.P. saat diwawancarai media TV Tani

Kepala Balitkabi Dr. Ir. Titik Sundari, M.P. saat diwawancarai media TV Tani

Selain kacang hijau, kedelai hitam, Detam 1, juga menjadi salah satu andalan, karena sangat baik untuk produk olahan kecap yang telah diekspor ke mancanegara. Pada akhir wawancaranya, Titik juga mengajak generasi muda, kaum milenial untuk semakin mencintai bidang pertanian. Titik meyakinkan bahwa dengan kreatifitas dan semangat yang dimiliki oleh generasi muda, peluang usaha di bidang pertanian masih sangat menjanjikan.

AI