Berita » Deklarasi Percepatan Diversifikasi Pangan Menuju Peningkatan Konsumsi Alternatif

1-harikp-2

Deklarasi percepatan diversifikasi pangan menuju peningkatan konsumsi alternatif telah di kumandangkan oleh Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia pada Seminar  dan Expose Nasional Diversifikasi Pangan Dalam Rangka Hari Krida Pertanian ke-40 di Gedung Pusat Informasi Agribisnis Kementerian Pertanian, tanggal 17 Juli 2012.  Hadir dalam acara seminar tersebut antara lain Wakil Menteri Pertanian RI, Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. Haryono, MSc, pejabat di jajaran Kementerian Pertanian, pelaku usaha agribisnis pangan, peneliti dan pemerhati pangan alternatif yang  jumlah mencapai sekitar 200 orang.

Kepala Badan Litbang Pertanian sebagai penyelenggara seminar dan expose melaporkan kegiatan yang diadakan tepat pada hari Krida Pertanian ini adalah momentum yang tepat untuk mengekpose hasil penelitian yang telah banyak dilakukan oleh para peneliti dalam hal pangan alternatif berbahan dasar non beras dan pelaku usaha pangan alternatif non beras yang telah banyak dilakukan. Wakil Menteri Pertanian dalam sambutannya mengatakan bahwa pada peringatan Hari Krida Pertanian ini, kita patut bersyukur kepada Allah SWT yang telah melimpahkan kekayaan alam berupa sumber pangan yang beragam di Indonesia, oleh karena itu kita harus dapat memanfatkan secara optimal dan merakit olahan pangan berbahan baku non beras. Untuk menyebarluaskan bahan baku non beras dan terigu dapat dilakukan dengan  dua hal yakni menggunakan kendaraan yang sudah ada untuk dimanfaatkan untuk pengembanganya. Sebagai contoh PT Indofood yang telah sukses dengan mie instantnya, bahan baku mie instant dapat disubstitusi oleh tepung tapioka dengan tidak mengurangi rasa. Kedua kebijakan diversifikasi pangan lokal/provinsi perlu dilakukan karena masing-masing provinsi mempunyai sumberdaya pangan yang beragam dan budaya yang berbeda.  Dengan demikian, percepatan  pangan menuju peningkatan konsumsi alternatif akan dapat dicapai.  Seminar ini membahas: 1) Peran peningkatan gizi dan otak sehat terhadap perilaku sehat masyarakat Indonesia oleh Prof. Dr. dr, Suhartono Taat dari Universitas Airlangga, 2) Upaya upaya menuju percepatan gerakan diversifikasi pangan pokok alternatif oleh Suharyo Husein selaku Ketua Assosiasi Ubikayu, 3) Upaya promosi pangan berbasis aneka ubi menuju percepatan gerakan Litbang Pertanian untuk diversifikasi pangan pokok alternatif oleh Ir. Unggul Abinowo, MMA selaku Direktur PT SPAT, 4) Penyediaan daging kelinci sebagai pangan alternatif oleh Asosiasi Peternak Kelinci, 5) Kawasan Rumah Pangan Lestari oleh Kepala BBP2TP Dr Kasdi.

Bapak Kepala Badan Litbang Pertanian dan Bapak Wakil Menteri menyampaikan kata sambutan Seminar dan ekspose pangan alternative.

Disamping Seminar, diadakan juga ekspose atau pameran yang disajikan oleh peneliti Badan Litbang Pertanian, swasta pelaku agribisnis pangan berbahan baku pangan alternatif, dan pada kesempatan itu Bapak Wakil Menteri, Kepala Badan Litbang Pertanian dan rombongan berkenan mencicipi pangan berbahan baku tepung ubikayu  dan mbote yang di kemas dalam olahan  mie, onde-onde, roti manis, wingko, martabak  manis, kue mangkok, tiwul, brownis yang disajikan oleh peneliti Balitkabi.

Ekspose pangan berbahan baku ubijalar, ubikayu dan mbote. Bapak Wamentan melihat dan mencicipi pangan olahan berbahan baku ubi-ubian.

Talk Show tentang diversifikasi pangan yang dipandu oleh penyiar TV RI Pusat.