Berita » Diseminasi Inovasi dalam Demfarm Kedelai di Hutan Jati Blora

Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu sentra kedelai. Kabupaten sentra kedelai di Jawa Tengah tersebar di 16 kabupaten, yaitu: Blora, Boyolali, Cilacap, Demak, Kendal, Pati, Purworejo, Sragen, Sukoharjo (masing-masing seluas ±3.000 ha), Banyumas, Brebes, Klaten, Rembang (masing-masing seluas ±4.500 ha), Grobogan, Kebumen (masing-masing seluas ±7.500 ha), dan yang terluas berada di Wonogiri (18.700 ha). Produktivitas kedelai di wilayah ini bisa mencapai 2,3 t/ha, namun demikian produksinya belum bisa mencukupi kebutuhan di wilayahnya yang mencapai 150.000 ton/tahun. Gubernur Jawa Tengah (Ganjar Pranowo) sangat perhatian terhadap peningkatan kedelai di wilayahnya. Oleh karenanya, pada tahun 2014 beliau mencanangkan peningkatan luas areal sebesar 20.000 ha. Niatan tersebut disambut baik oleh KPH Blora yang mengelola hutan seluas 90.500 ha (50% dari luas wilayah Blora) dengan melakukan program wanatani (agroforestry) bekerjasama dengan LMDH. Program agroforestry tahun ini mencapai 250 ha dengan tanaman dominan ubikayu. Menurut pengelola KPH Blora, pihaknya sesungguhnya lebih menyukai kedelai dibandingkan ubikayu untuk program agroforestry ini.Untuk meningkatkan produktivitas skaligus menjaga kesuburan tanah hutan, pada Januari 2014, KPH Blora melayangkan permintaan kepada Balitkabi untuk mengadakan demplot kedelai hutan di wilayahnya. Berbekal pengalaman menanam kedelai di bawah tegakan tanaman tahunan yang mulai dilakukan pada tahun 2010, Balitkabi menerima permintaan dan langsung membuat demfarm kedelai di bawah tegakan hutan jati di KPH Blora. Dari hasil survei dengan KPH Blora, disepakati bahwa demfarm akan dilaksanakan di kawasan BKPH Kalonan di bawah tegakan jati pertanaman tahun 2013 seluas 5,5 ha di petak 52 dan 53 yang melibatkan 23 penggarap. Pada MH I, areal ini ditanami padi gogo dan jagung yang pertumbuhannya cukup baik.Penanaman kedelai telah dimulai pada tanggal 14 Februari 2014, yang sebelumnya didahului kegiatan sosialisasi budidaya kedelai di bawah tegakan jati. Kedelai ditanam di antara barisan jati yang berjarak tanam 3 m x 3 m. Dalam kegiatan ini, kedelai yang ditanam adalah varietas Grobogan yang berumur genjah untuk antisipasi terhadap musim hujan yang tidak lama lagi akan berakhir. Selain itu, ditanam pula calon varietas unggul kedelai yang toleran naungan, juga galur kedelai biji besar dan umur lebih genjah dari varietas Grobogan.

Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dalam mendukung program pengembangan kedelai, khususnya di Jawa Tengah, di masa-masa mendatang.

Survei bersama KPH Blora untuk penetapan lokasi demfarm kedelai (kiri) dan (kanan) calon lokasi demfarm kedelai di BKPH Kalonan


Pembagian saprodi untuk mendukung kegiatan demfarm kedelai (kiri) dan sosialisasi budidaya kedelai di bawah tegakan jati (kanan).


Foto bersama staf BKPH Kalonan dan penggarap usai pertemuan (sebuah awal kebersamaan) (kiri) dan penanaman kedelai di salah satu
penggarap (tengah dan kanan).


Kabut yang tebal di pagi hari tidak menghalangi semangat penanam kedelai (kiri) dan kawasan ini juga dihuni banyak monyet, namun selama
ini tak pernah mengganggu pertanaman petani karena petani sangat sayang mereka dengan memberi makanan (kanan).

A. Taufiq/AW