Berita » Detap 1: Inovasi Balibangtan Mulai Bergerak

detap-1

Penyerahan benih Detap 1 oleh Kepala Balitkabi

Ketersediaan benih kedelai nasional diupayakan melalui “Pelatihan Penguatan Penangkar Benih Kedelai Berbasis Komunal“ hasil kerja sama Syngenta Foundation for Sustainable Agriculture (SFSA) dengan Balitkabi yang telah terselenggara di Malang, 28-30 April 2019.

Tiga puluh satu penangkar benih (produsen benih) dan calon penangkar benih (calon produsen) kedelai yang berasal dari 11 provinsi yaitu Sumut, Sumbar, Jambi, Banten, Jabar, DIY, NTB, NTT, Sulsel, Sulteng dan Sumut mengikuti pelatihan tersebut.
Pada pelatihan tersebut dibangun komitmen bersama antar produsen benih untuk terus memperkuat penyediaan benih kedelai pada masing-masing sentra produksi kedelai. Hal tersebut sejalan dengan program pemerintah yakni Desa Mandiri Benih. Sebagai inisiasi, SFSA memberikan bantuan benih kedelai Detap 1 kelas BD (FS) sebanyak 1,4 ton, disertai dengan bantuan beberapa alat yang terkait dengan pengepakan benih kedelai. Kepala Balitkabi Dr. Yuliantoro Baliadi, berharap Detap 1 sebagai salah satu inovasi Balitbangtan dengan keunggulan tahan pecah polong dan berumur genjah dapat segera berkembang di berbagai sentra produksi kedelai di Indonesia.

Penyerahan benih Detap 1 oleh Kepala Balitkabi dan keragaan Detap 1

Penyerahan benih Detap 1 oleh Kepala Balitkabi dan keragaan Detap 1

Varietas kedelai Detap 1 (kedelai tahan pecah polong) merupakan karya pemulia Balitbangtan dan dilepas oleh Kementerian Pertanian pada tahun 2017. Selain berdaya hasil tinggi (2,70 t/ha), keunggulan utamanya adalah tahan pecah polong, ukuran bijinya besar (15 g/100 biji) dan yang juga menarik adalah umurnya tergolong genjah yakni 78 hari. Detap 1 dirakit dengan menggunakan varietas Anjasmoro (tahan pecah polong) sebagai salah satu tetuanya. Sehingga, Detap 1 memiliki penampilan tanaman mirip dengan Anjasmoro, seperti misalnya bulu batang dan polong putih, hilum berwarna kuning, menyerupai Anjasmoro, tetapi umurnya lebih genjah. Semoga Detap 1 menjadi salah satu pengungkit produktivitas kedelai nasional.

MMA