Berita » Detap 1, Pilihanku

detap

Keragaan Detap 1 di Mojokerto

Disela-sela temu lapang produksi benih sumber kedelai di Mojokerto, 8 Nopember 2019, Drs. Mustain MM MSi, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Mojokerto, menyampaikan, ternyata ada varietas kedelai yang tahan pecah polong. Varietas kedelai Balitbangtan yakni Detap 1, memang dirancang keunggulannya untuk tahan pecah polong, disamping umurnya genjah, ukuran bijinya besar, tentu saja dengan potensi hasil yang tinggi.

Sejak UPBS Balitbangtan di Balitkabi mulai bermitra dengan Kelompok Tani Margo Rukun di Desa Sidomulyo, Bangsal, Mojokerto, pada tahun 2018, Detap 1 telah menjadi idola baru petani kedelai di wilayah tersebut. Tak heran jika pada pola kemitraan tahun 2019 ini, Detap 1 menjadi sorotan petani kedelai. Pak Suntono, salah satu petani kooperator, sangat menyukai Detap 1 karena ketahanannya terhadap pecah polong. “ Tidak perlu kuatir, walau panen kedelai ditunda beberapa hari, apalagi hasil Detap 1 juga lumayan tinggi, jelas Pak Suntono, ketika ditanya alasan menyukai Detap 1.

Hamparan Detap 1 di Mojokerto (kiri) dan Suntono,penanam Detap 1

Hamparan Detap 1 di Mojokerto (kiri) dan Suntono,penanam Detap 1

Didik Sucahyono, S.P., M.Si., peneliti Balitkabi yang berbincang dengan beberapa petani, diantaranya dengan Pak Ladiyono, menuturkan mengapa pilihannya pada Detap 1, karena batangnya bercabang serta polongnya banyak yang berbiji tiga. Diceritakan pada tahun 2018 kemarin, hasil biji dalam 1 bagian (1/6 ha), Detap 1 mampu menghasilkan hingga 475 kg (setara dengan 2,85 t/ha). Pada tahun ini, keragaan Detap 1 juga tidak kalah bagus dengan pertanaman tahun 2018 yang lalu.

Di kelompok tani Margo Rukun, petani menanam kedelai terbiasa dengan cara tanam tugal, tidak disebar. Alasan yang dikemukakan petani, dengan tanam tugal, batang kokoh dan polong terbentuk mulai batang bagian bawah, berbeda dengan tanam cara sebar, polong terbentuk pada batang yang lebih tinggi dibandingkan dengan tanam tugal.

Satu lagi varietas kedelai Balitbangtan menjadi pilihan petani. Detap 1 semoga berkembang dan dapat menyejahterakan petani.

MMA