Berita » Devon 1 dan Detap 1 Bergerak ke Sulawesi Utara

Permintaan kedelai dalam negeri terus meningkat untuk memenuhi berbagai keperluan. Memang, tahu dan tempe merupakan produk olahan dari biji kedelai yang telah menjadi bagian makanan keseharian sebagian besar masyarakat Indonesia. Tidak salah, karena nilai gizi yang terkandung pada biji kedelai, seperti protein, isoflavon, dan sebagainya, sangat bagus untuk kesehatan manusia. Jadi, tidak heran jika kebutuhan kedelai terus meningkat.

Petrus Tjandra yang memiliki rasa greget untuk meningkatkan ketersediaan kedelai dalam negeri. Selaku Direktur Utama dari PT. DNM (Dwitunggal Nusa Mandiri), Petrus Tjandra telah mulai mengembangkan kedelai di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, sambil berancang-ancang akan melakukan pengembangan kedelai pada provinsi lain di Indonesia. Saat ini, mulai diuji coba dua varietas kedelai dari Balitbangtan, yaitu varietas Devon 1 dan Detap 1 di Desa Tontalete, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara. Cecilia Wirawan (Direktur Bisnis Development PT. DNM), menuturkan bahwa tahap awal ini dilakukan produksi benih seluas 8 ha untuk varietas Devon 1 dan Detap 1. Benih yang diperoleh dari UPBS Balitkabi menunjukkan pertumbuhan yang cukup bagus. “Pertumbuhannya bagus, ini berpeluang untuk dilakukan pengembangan yang lebih luas” urai Ibu Cecilia.

Pada pengembangan tahap awal ini, seluruh pertanaman ditujukan utuk produksi benih. Sertifikasi benih tentu akan dilakukan untuk kelas benih BP (Benih Pokok, SS). Harapannya, pada musim berikutnya, benih kedua varietas dari pertanaman pertama dapat digunakan untuk perluasan areal tanam di Sulawesi Utara, yang sebetulnya juga potensial untuk produksi kedelai.

Menutup perbincangannya, Bu Cecilia bersemangat, “Tumbuh Suburlah Kedelai Indonesia”.

detap detap1
Pertanaman Devon 1 di Sulawesi Utara (Foto koleksi PT. DNM).

MMA