Berita » Dikataring dan Dikajaring di Sumba Timur

sumtim

Berawal dari kegiatan penelitian selama empat (4) tahun di Desa Laipori, Kecamatan Pandawai, Desa Pambotan Jara, Kecamatan Waingapu, Desa Hamba Praing, Kecamatan Kecamatan Kanatang, dan di Desa Laindeha, Kecamatan Pandawai di Sumba Timur akhirnya menelurkan Dikataring (budi daya kacang tanah di lahan kering) dan Dikajaring (budi daya kacang hijau di lahan kering) dicapai dengan melakukan perbaikan komponen teknologi budi daya kacang tanah dan kacang hijau eksisting di lahan kering iklim kering. Perbaikan tersebut meliputi varietas, pemupukan, jarak tanam untuk peningkatan produktivitas, dan pengelolaan hama dan penyakit untuk mencegah kehilangan hasil yang lebih besar.

Di Kab. Sumba Timur lebih dari 50% luas lahan merupakan lahan kering dengan beragam penggunaan, namun curah hujan hanya sekitar 700-1000 mm/tahun dengan tiga (3) bulan basah. Oleh karena sempitnya opportunity untuk budi daya tanaman pangan, dipandang perlu Balitkabi memperkenalkan kacang hijau varietas Vima yang mempunyai umur panen 56 hari, serta kacang tanah varietas Kancil dan Hypoma 1  yang cocok untuk agroekologi Sumba Timur sebagai pendamping varietas lokal Sandel (kacang cabut) dan kacang gali yang selama ini ditanam petani. Selain varietas, Balitkabi juga menunjukkan perlunya pengaturan jarak tanam dan jumlah benih yang ditanam dengan tujuan untuk menghemat pemakaian benih. Dengan jarak tanam 40 cm antarbaris dan 15 cm dalam baris, 1 biji per lubang, maka hanya dibutuhkan sekitar 100 kg polong kering dengan rendemen biji 60% dan daya tumbuh paling tidak 90%. Dipastikan terjadi penghematan jumlah benih, karena umumnya petani menanam hingga 4 biji per lubang dengan jarak tanam lebih lebar 40 cm antarbaris dan 15 cm dalam baris dibutuhkan benih hampir 3 kali lebih banyak. Daya tumbuh benih merupakan kunci utama untuk keberhasilan penghematan ini. Pupuk anorganik NPK pada dosis 50 kg/ha diaplikasikan terutama untuk tujuan menukar unsur hara yang diambil pertanaman kacang tanah untuk tumbuh, berkembang dan menghasilkan polong dan biji. Inilah teknologi budidaya yang dinamakan Dikataring (budi daya kacang tanah di lahan kering).

Komoditas kedua adalah kacang hijau, juga menjadi komoditas potensial untuk Kabupaten Sumba Timur. Dikajaring dirancang untuk teknologi budi daya pola tumpangsari dengan jagung dengan memperkenalkan varietas unggul kacang hijau Vima 1 dengan umur panen 56 hari dan potensi hasil 1,76 t/ha biji kering. Dengan teknologi ini kacang hijau varietas Vima 1 memberikan produktivitas sekitar 0,8-1 ton/ha biji, dan 3 ton tongkol kering/ha jagung varietas unggul Bima atau Lamuru. Jarak tanam teratur, aplikasi pupuk NPK anorganik 150 kg Phonska/ha, pengendalian gulma mampu meningkatkan produktivitas kacang hijau di Sumba Timur, dari rata-rata 0,298 t biji/ha menjadi sekitar 0,8-1 ton.

Selain hasil biji, brangkasan dari kacang hijau ternyata meningkatkan kandungan hara tanah pada saat panen. Hal ini mengindikasikan bahwa kacang hijau sangat potensial sebagai pupuk hijau yang pada sistem pertanaman di lahan kering hanya ditanami sekali dalam setahun. Keunggulan yang lain dari kacang hijau adalah umur pendek sehingga terhindar cekaman kekeringan, dan kandungan protein biji yang tinggi bermanfaat sebagai sumber gizi yang murah dan mudah didapat. Pengelolaan tanaman yang sangat penting adalah pemantauan terhadap hama pemakan bunga dan polong muda Maruca tetulalis.

Sambutan Wakil Bupati Sumba Timur, Ir. Umbu Lili Pekuwali, M. Si

Sambutan Wakil Bupati Sumba Timur, Ir. Umbu Lili Pekuwali, M. Si

Penyerahan Cenderamata oleh Kepala Balitkabi

Penyerahan Cenderamata oleh Kepala Balitkabi

sumtim3

Suasana penyampaian hasil penelitian komoditas kacang tanah dan kacang hijau di Sumba Timur

Acara “5 Tahun Hasil Penelitian di Sumba Timur dan Inovasi Olahan Pangan Berbasis Akabi” telah dilaksanakan di Aula Setda Kabupaten Sumba Timur pada hari Senin tanggal 19 Agustus 2019. Kepala Balikabi Dr. Ir. Yuliantoro Baliadi,M.S. memimpin tim Balitkabi yang terdiri dari Dr. A.A. Rahmianna, Dr. Andy Wijanarko, Ir. Erliana Ginting, M.Sc., Ir. Fahrur Rozi, M.S., B.S. Koentjoro, S.P., M.Kom, Dian Adi Anggraeni Elisabeth, S.T.P, M.Agr.Sc, Siti Ngatminah serta Lina Kusumawati, S.Si. Hadir pada acara ini Bupati Sumba Timur Drs. Gideon Mbiliora, M.Si., didampingi wakil bupati Ir. Umbu Lili Pekuwali, M. Si. serta Kepala BPTP Nusa Tenggara Timur Dr. Syamsudin Tanga. Acara ini bertujuan untuk: 1) Menyampaikan hasil-hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) bersama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Timur tentang usaha peningkatan produktivitas kacang tanah dan kacang hijau yang dimulai pada tahun 2015 dan berakhir pada tahun 2019, 2) Melaksanakan pelatihan pengolahan makanan berbahan aneka kacang dan umbi lokal dalam rangka mensukseskan program diversifikasi pangan.

Selain penyampaian hasil penelitian yang diperoleh selama lima tahun di Sumba Timur, juga dilakukan pelatihan pengolahan aneka produk berbahan baku aneka kacang dan umbi, termasuk kacang tanah dan kacang hijau. Pelatihan diikuti sekitar 30 peserta yang dimaksudkan untuk memberi wawasan dan ketrampilan kepada wanita tani, PKK, pengrajin/pengusaha mikro dan PPL untuk memanfaatkan hasil panen yang telah direkomendasikan teknik budi daya dan peluang pengembangannya. Demikian pula untuk ubi kayu dan ubi jalar yang tersedia di Sumba Timur, namun belum dimanfaatkan dengan optimal.

Aneka kacang dan umbi sangat baik ditinjau dari kandungan gizinya sebagai sumber karbohidrat, protein, mineral dan vitamin serta pro vitamin A dan antosianin (pada ubi jalar oranye dan ungu), sehingga konsumsinya diharapkan dapat meningkatkan status gizi dan kesehatan masyarakat di samping mendukung program diversifikasi pangan berbasis pangan lokal. Bentuk dan penampilan produk olahan berbasis aneka kacang dan umbi harus menarik dan rasanya enak agar dapat diterima masyarakat dan sekaligus untuk dapat bersaing di pasaran dengan produk berbasis terigu. Demikian pula dengan teknologi pengolahan dan peralatannya harus sederhana agar dapat didopsi oleh pengguna.

Bupati Sumba Timur antusias mengamati dan mencicipi berbagai produk olahan berbasis akabi

Bupati Sumba Timur antusias mengamati dan mencicipi berbagai produk olahan berbasis akabi