Berita ยป Diperta Grobogan Dalami Perbenihan dan Pengembangan Kedelai di Balitkabi

grobogan

Dalam rangka mendukung peningkatan produktivitas kedelai, tanggal 14 Januari 2015, Dinas Pertanian Grobogan mengunjungi Balitkabi untuk mendalami perbenihan dan pengembangan produk turunan kedelai. Kunjungan tamu Diperta Grobogan terdiri dari Kabid Tanaman Pangan(Bapak Akhmad Zulfi Kamal S.Si., SP), Kepala Seksi Kacang-kacangan (Ibu Poerborini) dan Supervisor Rumah Kedelai Grobogan (Ibu Widie) diterima oleh Kepala Balitkabi (Dr. Didik Harnowo), Ketua Program (Dr. Gatut Wahyu), Ketua Program Komoditas Kedelai (Prof. Marwoto), Wakil Direktur UPBS I (Dr. Muchlish Adie), Wakil Direktur UPBS II (Dr. Titik Sundari), Peneliti Pasca Panen (Ir. Erliana Ginting, MSc) dan Kepala Jaslit (Ir. Arif Musaddad).

Kabupaten Grobogan dalam waktu dekat akan meresmikan RKG (Rumah Kedelai Grobogan). Program RKG antara lain (1) Seed centre, (2) Learning Centre, (3) Data centre, (4) Tempe hygienis, dan (5) Promotion Centre. Untuk mensukseskan program RKG tersebut, mereka berkeinginan untuk magang di Balitkabi dan mempelajari tentang pembuatan tempe dan produk turunannya, teknologi perbenihan, pelatihan TOT kedelai, membuat visitor plot varietas kedelai yang dihasilkan Balitkabi, serta memberikan informasi kepada petani melalui buku/leaflet/teknologi kedelai yang dihasilkan peneliti Balitkabi. Selain itu, disampaikan juga mereka berkeinginan untuk dapat memproduksi benih BS sendiri. Balitkabi selaku Balai yang telah berhasil memegang lisensi ISO 9001:2008 untuk UPBS memberikan arahan dan sharing pengalaman tentang bagaimana teknik pengelolaan benih sumber. Dr. Didik Harnowo dalam arahannya menjelaskan bahwa pada dasarnya Balitkabi siap membantu dan bekerjasama guna mendukung kegiatan peningkatan produktivitas kedelai di Grobogan. Khusus untuk produksi benih BS, perlu dicermati dan dipertimbangkan kembali kerumitan dalam segi teknis dan biaya yang harus dikeluarkan untuk menjaga kemurnian genetik benih yang dihasilkan. Kunjungan kemudian dilanjutkan ke laboratorium kimia pangan dan UPBS Balitkabi. Di laboratorium pangan, mereka mendapat penjelasan tentang cara pembuatan susu kedelai, tahu dan tempe oleh Ir. Erliana Ginting, MSc. Di UPBS, Dr. Titik Sundari menjelaskan teknologi produksi BS dimulai dari produksi benih NS untuk benih BS, proses sortasi benih, pengecekan kadar air dan daya tumbuh benih, penyimpanan benih, dan packaging. Mereka sangat antusias mengikuti penjelasan yang diberikan langsung oleh para pakar di bidangnya.

Pada kesempatan ini, dipamerkan pula produk olahan berbasis aneka kacang dan umbi yang telah dihasilkan Balitkabi. Sembari mencicipi produk olahan pangan, Ir. Erliana Ginting, MSc menjelaskan keunggulan varietas kedelai yang dihasilkan Balitkabi dibandingkan dengan kedelai impor yaitu memiliki kandungan protein yang lebih tinggi. Di akhir acara, dilakukan penyerahan buku secara simbolis oleh Kepala Balitkabi kepada Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Grobogan.


Ratri