Berita » Diseminasi Varietas Unggul dan Olahan Akabi di TTP Mollo, NTT

mollo

TTP Mollo merupakan salah satu TTP (Taman Teknologi Pertanian) yang dikembangkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). TTP yang luasnya direncanakan 100 ha ini berada di Desa Netpala, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Desa ini terletak di dataran tinggi (±1.033 m dpl) dan merupakan kawasan lahan kering dengan komoditas utama jeruk keprok, aneka sayuran, dan tanaman pangan, terutama jagung, ubikayu, ubijalar, kacang merah, dan kacang tanah. Pengembangan TTP perlu didukung dengan pelatihan teknik produksi, pascapanen, dan pemasaran komoditas yang akan diunggulkan di kawasan tersebut untuk memberi manfaat bagi masyarakat/petani di sekitarnya. Balitkabi berpartisipasi sebagai narasumber pada kegiatan “Pelatihan Teknis Pengolahan Jagung, Aneka Kacang dan Umbi Petani TTP Mollo” pada tanggal 12‒13 September 2015 yang dilaksanakan di Kantor Desa Netpala. Tim dari Balitkabi, yakni Ir. Erliana Ginting, M.Sc., Dian A. A. Elisabeth, S.TP., M.AgrSc, dan Lina Kusumawati, S.Si. menyampaikan materi dan praktek mengenai varietas unggul dan olahan aneka kacang dan umbi kepada 30 peserta yang mewakili 15 kelompok wanita tani. Selain itu, juga hadir narasumber dari Balitsereal Maros (Prof. Dr. Suarni) dan BB Pasca Panen Bogor (Prof. Dr. Nur Richana) yang memaparkan teknologi pascapanen dan praktek olahan jagung serta BPTP NTT mengenai teknologi budidaya jagung di lahan kering (Charles Y. Bora, M.Si.) dan keragaan serta kelayakan usahatani jagung di NTT (Dr. Yusuf). Acara yang dibuka oleh Kepala Desa Netpala ini juga diikuti oleh peneliti dan penyuluh dari BPTP NTT selaku pelaksana kegiatan TTP serta Kepala BPP Kecamatan dan PPL setempat. Materi akabi difokuskan pada varietas unggul dan olahan pangan dari kacang tanah, ubijalar, ubikayu, dan umbi potensial lain. Sebanyak 10 jenis produk olahan dipraktekkan, antara lain sawut dan tepung ubijalar, selai, puding, onde-onde, kue mangkok, stik, dan mie dari pasta ubijalar, cassava blanca dan brownies dari ubikayu, serta kue kering dari kacang tanah. Di samping itu, juga disajikan beberapa jenis kue kering dari tepung ubijalar dan ubikayu, tiwul instan, dan kacang tanah lemak rendah. Peserta juga mendapatkan booklet dan leaflet mengenai deskripsi varietas unggul, teknik produksi, dan resep olahan akabi. Peserta yang selama ini hanya mengenal ubi rebus dan ubi goreng, sangat senang dapat mencicipi produk-produk tersebut dan antusias melakukan praktek secara bergantian, tidak terkecuali Kepala Desa Netpala yang kebetulan juga wanita hingga pelatihan selesai sore hari. Mereka juga bersemangat sewaktu ditantang untuk menyajikan olahan yang dipraktekkan pada kegiatan-kegiatan TTP selanjutnya karena bahan baku ubijalar putih, kuning, dan ungu (varietas lokal) serta ubikayu tersedia di lokasi tersebut. Kepala BB Padi Sukamandi sebagai penanggungjawab TTP Mollo yang saat itu tengah melakukan koordinasi dengan Pemda Kabupaten TTS untuk persiapan peletakan batu pertama pembangunan fisik TTP Mollo juga berkesempatan mengunjungi pelatihan ini. Beliau bersama dengan Camat Mollo Utara dan pemuka masyarakat setempat ikut mencicipi tiwul instan dan berpesan kepada peserta untuk semangat mengikuti pelatihan dan selanjutnya dapat mengembangkan produk olahan tersebut sebagai usaha rumahan untuk menambah pendapatan keluarga. Di akhir acara, Balitkabi menyerahkan satu set alat pembuat mie, 25 bungkus tepung ubi jalar orange dan ungu serta satu paket kue kering dari tepung umbi-umbian kepada koordinator pelatihan TTP Mollo dan Kepala Desa Netpala untuk dapat digunakan oleh kelompok wanita tani di lingkungan TTP Mollo. Tim dari Balitkabi merasa terharu saat Camat Mollo Utara mengalungkan kain tenun khas NTT sebagai ucapan terima kasih dari warga setempat pada acara penutupan pelatihan. Semoga pelaksanaan TTP Mollo berjalan lancar dan masyarakat sekitar dapat merasakan manfaatnya.


DAAE dan EG