Berita ยป Dorong Bengkulu Utara Jadi Sentra Produksi Benih Kedelai

a-bengkulu-web

Upaya perluasan areal tanam (ekstensifikasi) kedelai terus dilakukan oleh Kementan dalam rangka mencapai swasembada kedelai nasional. Melalui Badan Litbang Pertanian, upaya tersebut dilakukan diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Litbang Kementan dengan Badan Litbang dan Informasi Kementrans untuk pengembangan kedelai di kawasan transmigrasi. Penandatanganan MoU antara kedua Badan Litbang tersebut telah dilakukan pada tanggal 8 Juni 2014 di Balitkabi Malang, bersamaan dengan peresmian gedung baru UPBS AGROINOVASI AKABI (Aneka Kacang dan Umbi) oleh Kepala Badan Litbang Kementan (Dr. Haryono) dan Kepala Badan Litbang dan Informasi Kementrans (Dr. Sugiharto Sumas).Ibarat gayung-bersambut, target swasembada kedelai yang diharapkan oleh Kementan memperoleh dukungan dari Kementrans, melalui Badan Litbang dan Informasi Kementrans, yakni dengan rencana memberdayakan masyarakat transmigran untuk menanam kedelai di kawasan/wilayah transmigrasi. Kegiatan pengembangan kedelai tersebut diawali di Kabupaten Bengkulu Utara. Bahkan saat ini di lapangan telah dilaksanakan penaman benih kedelai kelas BS (dari Balitkabi Malang) untuk ditangkarkan menjadi benih Kelas FS, untuk selanjutnya menjadi benih Kelas SS dan ES. Sebanyak empat varietas (Ajasmoro, Kaba, Ijen dan Tanggamus) telah ditanam mulai bulan April 2014 dengan total luas 10 ha dan kini mulai panen, bahkan sebagian calon benih sudah dalam tahap sortasi benih.Dalam kunjungan lapang Kepala Balitkabi (Dr. Didik Harnowo) pada tanggal 7 Juli 2014 bersama tim dari Badan Litbang dan Informasi Kementrans, antara lain: Sekretaris Badan (Ir. RR Aisyah Gamawati, MM.), Kapuslitbang Ketransmigrasian (Dra. Nora Ekaliana, MM.), Kepala BPPTPK Bengkulu (Drs. Chaedar Malisi) dan Wakil Bupati Bengkulu Utara (Ir. Mian, MM.) ke lokasi penangkaran benih (Desa Margasakti, Kecamatan Padang Jaya, Kabupaten Bengkulu Utara) sekaligus panen kedelai penangkaran benih. Keragaan tanaman cukup baik, diperkirakan produktivitas tidak kurang dari 1,5 t/ha biji kering.Pada hari yang sama disampaikan oleh Kepala Balitkabi mengenai teknik penanganan calon benih kedelai untuk menghasilkan benih bermutu tinggi. Penyampaian materi tersebut sangat disambut baik oleh Ibu Sekretaris Badan Litbang dan Informasi, Kapuslitbang Ketransmigrasian, Kepala BPPTPK Bengkulu, para peneliti dan peserta lainnya karena materi yang disampaikan sangat berarti untuk pembekalan bagi staf/petugas yang menangani penangkaran benih kedelai di BPPTPK ini. Dengan fasilitas yang ada dan lokasi/lahan yang cukup baik, Dr. Didik Harnowo menyatakan bahwa lokasi di sini cukup representatif sebagai sentra produksi benih kedelai di Kabupaten Bengkuku Utara.Pemda Bengkulu Utara, melalui Wakil Bupati Bengkulu Utara (Ir. Mian, MM.) mendukung penuh atas gagasan dan kegiatan ini, dengan harapan nantinya akan berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi wilayah, khususnya terhadap masyarakat transmigram di wilayahnya. Sementara itu, Kepala Balitkabi yakin bahwa munculnya daerah baru sebagai sentra produksi benih kedelai ini akan berkontribusi secara signifikan bagi penyediaan benih bermutu, peningkatan luas areal tanam dan produksi serta pada pencapaian swasembada kedelai nasional. Semoga.

Panen kedelai bersama di desa Margasakti, Kec. Padang Jaya, Kab. Bengkulu. Utara. Dari kiri ke kanan : Kepala BPPTPK Bengkulu, Wakil Bupati Bengkulu; Utara, Kapuslitbang dan Informasi, Kepala Balitkabi Malang, dan Sekretaris Badan Litbang dan Informasi Kemenakertrans Kabupaten Bengkulu Utara.

Dr. D. Harnowo/EY/AW