Berita » “Double Track System dan Minimum Yield Gap” Point Penting Rakor Balitkabi 2019

whatsapp-image-2019-10-16-at-06-55-56

Senin, 14 Oktober 2019 Balitkabi menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan mengangkat tema “Melalui Revitalisasi IP2TP Kita Tingkatkan Kinerja SDM dalam Menyongsong Renstra 2020-2024”. Rakor yang dilaksanakan di Aula Balitkabi dihadiri oleh Pejabat Eselon IV, Koordinator Program, Profesor Riset, Seluruh Peneliti dan Calon Peneliti, PPK, Bendahara Pengeluaran Pembantu, Ketua Pokja Pengadaan, Verifikator, PUMK, Petugas Gaji, serta seluruh Koordinator IP2TP lingkup Balitkabi (Kendalpayak, Jambegede, Ngale, Muneng, dan Genteng). Rakor kali ini mengagendakan dua point utama yaitu Evaluasi Capaian Kinerja Tahun 2019 dan Tindak Lanjut Arahan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan (Ka.Puslitbang TP).

Dr. Rudi Iswanto mewakili Kepala Balitkabi membuka Rakor. Pada pembukaannya disampaikan permohonan maaf dari Kepala Balitkabi yang berhalangan hadir karena mengikuti Raker Balitbangtan. Kepala Balitkabi berpesan agar Rakor Balitkabi tetap dilaksanakan karena sudah diagendakan cukup lama, sekaligus untuk melaksanakan amanah ISO 9001:2015 dan KNAPPP 02:2017. Selanjutnya disampaikan Rakor ini akan membahas capaian IKU Balitkabi 2019, tindak lanjut arahan Ka.Puslitbang TP khususnya mengenai double track system dan minimum yield gap, serta membahas penataan dan perubahan KP (Kebun Percobaan) menjadi IP2TP (Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian). Diharapkan tahun 2020 semua kegiatan penelitian dilaksanakan di lima IP2TP, kecuali penelitian yang membutuhkan agroekologi khusus, penelitian teknologi budi daya dilaksanakan dalam sistem kawasan, dan penelitian di luar IP2TP keluaran akhirnya adalah benih sehingga perlu kerjasama dengan BPTP, BPSB, Penangkar Benih, dan Disperta.

Dr. Febria menyampaikan Evaluasi capaian kinerja

Dr. Febria menyampaikan Evaluasi capaian kinerja

Pada sesi pertama Dr. Febria Cahya Indriani menyampaikan Evaluasi Capaian Kinerja Balitkabi Tahun 2019. Pada tahun 2019 target capaian Balitkabi tertuang dalam lima (5) IKU, yang terdiri atas: 2.480 aksesi akabi terejuvinasi, terkarakterisasi, dan terevaluasi; tiga VUB akabi; tiga paket teknologi budi daya akabi; 112 ton benih sumber, dan 30 KTI. Beberapa IKU sudah tercapai dan sebagian lagi masih dalam proses pencapaian. Selain kelima IKU tersebut disampaikan pula target dan realisasi kegiatan Diseminasi Inovasi Teknologi, beberapa kegiatan telah dilaksanakan dengan baik. Hingga akhir September 2019, realiasi fisik/keuangan beberapa kegiatan masih rendah, untuk itu perlu dilakukan percepatan agar realisasi dapat maksimal hingga akhir tahun. Beberapa kegiatan juga menunjukkan perbedaan antara realisasi fisik dan keuangan, sehingga perlu diseimbangkan.

Sesi kedua Ka. Yantek Dr. Rudi Iswanto mempresentasikan Arahan Ka.Puslitbang TP mengenai Pilar Pelaksanaan Kegiatan Puslitbangtan TP. Dari arahan tersebut, Dr. Rudi Iswanto menggaris bawahi dua hal yang perlu segera ditindak lanjuti, yaitu mengenai double track systems dan minimum yield gap. Pada RPTP Balitkabi 2020, terutama perakitan VUB harus diarahkan pada double track systems, sehingga dihasilkan VUB yang sesuai dengan kebutuhan Public Domain dan Industry. Sedangkan untuk mengakomodasi kawasan minimum yield gap perlu dicari penentu yield gap dengan metode survey, dilanjutkan dengan minus one trial yang ditetapkan berdasarkan pohon masalah dan pohon riset yang dibuat.

whatsapp-image-2019-10-16-at-06-55-161

Setelah presentasi dilanjutkan diskusi mengenai dua hal tersebut, sehingga diharapkan dari rapat koordinasi ini tersusun matrik double track systems untuk komoditas kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar, serta faktor-faktor penentu yield gap yang nantinya akan diterapkan pada kawasan minimum yield gap. Pada tahun 2020 kegiatan penelitian wajib dilaksanakan di IP2TP, untuk itu beberapa hal perlu dibenahi. Kondisi abiotik di masing-masing IP2TP sangat spesifik, hal ini bisa menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan penelitian, sehingga diperlukan revitalisasi IP2TP. Permasalahan tersebut harus dipecahkan bersama baik oleh pihak IP2TP, manajemen Balai, maupun oleh tim peneliti.

penyerahan stempel baru IP2TP

penyerahan stempel baru IP2TP

Foto bersama usai penyerahan stempel baru IP2TP

Foto bersama usai penyerahan stempel baru IP2TP

Rakor ditutup dengan pembacaan rumusan oleh tim perumus. Menandai resminya perubahan KP menjadi IP2TP, Ka. Yantek Dr. Rudi Iswanto menyerahkan lima stempel baru bertuliskan IP2TP kepada lima Koordinator IP2TP.
WR