Berita » Dr. Haryono: UPT Balitbang Harus Sukses Pasok Benih Sumber dan Premiumkan Peneliti

rakor_benih_titik

Badan Litbang pertanian harus menjaga sukses memasok benih sumber, karena adopsi inovasi varietas unggul untuk meningkatkan produksi kedelai di seluruh Indonesia, sangat tergantung pada ketersediaan benih unggul. Oleh karena itu logistik benihnya harus siap. Balitkabi dan 14 BPTP yang ditugasi menyediakan benih kedelai harus sukses. UPT Badan Litbang juga harus mampu mendorong peneliti menjadi peneliti Premium. Demikian penegasan Kepala Balitbangtan, Dr. Haryono, saat menyampaikan sambutan pembukaan Rapat Koordinasi Ketersediaan Benih Sumber Kedelai 2014 Mendukung Peningkatan Produksi Kedelai, yang diadakan oleh Puslitbang Tanaman Pangan, di Bogor (19–21/3).

Rapat Koordinasi diikuti oleh 14 BPTP, Balit dan Lolit, bertujuan untuk menginventarisir permasalahan dan kemajuan pelaksanaan produksi benih sumber kedelai di 14 BPTP dan Balitkabi. Kepala Balitkabi Dr Didik Harnowo dan Manajer UPBS Balitkabi Dr Titik Sundari menjadi peserta pada Rakor tersebut.Sembari mengapresiasi Insan Ballitbangtan yang telah bekerja dengan baik dalam mendukung Empat Sukses Kementan, Dr Haryono juga mengingatkan BPTP dan Balit agar mendorong dan memfasilitasi para peneliti menjadi peneliti yang Premium. “Peneliti premium, yang mempunyai konsep untuk memberikan hasil penelitian bagi kemaslahatan umat, memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara, bukan untuk kepentingan pribadi”, tutur Ka Badan. Untuk itu beliau mengingatkan BPTP/Balit untuk: (1) memberi ruang gerak peneliti untuk berkreasi dalam menghasilkan teknologi, (2) meningkatkan konsorsium, yang merupakan networking antara Balitbangtan dengan institusi-institusi yang lain, dan (3) Dukungan langsung program Kementan melalui pemanfaatan langsung teknologi hasil penelitian, untuk itu diperlukan sistem logistik, salahsatunya UPBS, yang merupakan logistik benih.

Dalam rapat koordinasi dibahas juga beberapa makalah, di antaranya dari Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi tentang rencana kebutuhan benih sumber kedelai dalam rangka peningkatan produksi kedelai tahun 2014, Balitkabi tentang rencana produksi dan distribusi benih sumber aneka kacang dan umbi tahun 2014, dan 14 BPTP tentang kemajuan program produksi benih sumber kedelai dimasing-masing UPBS BPTP.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi maka ditetapkan:

(1) Badan Litbang Pertanian menugaskan Balitkabi untuk memproduksi benih penjenis (BS) kedelai sebanyak 8 ton dan benih dasar (FS) 40 ton, sedangkan 14 BPTP memproduksi benih klas FS 118,37 ton dan SS 2367,4 ton.

(2) Produksi benih FS telah dilakukan, dan saat ini telah panen benih FS di NTB, dan SS di Jawa Barat. Direktorat Budidaya Akabi menunjukkan peluang pemanfaatan benih hasil kegiatan ini, di antaranya untuk kegiatan perluasan areal tanam (PAT) kedelai yang akan tanam paling cepat bulan September 2014.

(3) Titik kritis yang perlu diperhatikan dalam memproduksi benih kedelai adalah: penentuan waktu tanam di tengah kejadian iklim ekstrim sebagai dampak perubahan iklim global

(4) Perbanyakan benih klas FS menjadi SS memerlukan perencanaan yang matang karena memerlukan areal luas, banyak tenaga, gudang penyimpanan yang cukup, sertifikasi benih dan pemeliharaan mutu benih.

Dr. Titik/AW