Berita » Dr Muchlish Adie Menerima Adhikarya Pangan Nusantara 2013

Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara (APN) yang dimulai tahun 1979 dan dilakukan setiap tahun, merupakan ajang penghargaan dan memotivasi masyarakat, pengusaha, dan aparatur pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan, kemandirian, dan kedaulatan pangan di daerah. Rangkaian APN 2013 dilaksanakan pada 28–30 November 2013, dan acara puncak penyerahan penghargaan, 29 November 2013, oleh Wakil Presiden RI di Istana Wakil Presiden RI. Sedangkan Piagam Penghargaan diberikan oleh Menteri Pertanian RI di Hotel Grand Sahid Jakarta. Penerima penghargaan APN 2013 sebanyak 90 orang terbagi menjadi lima kategori yakni Pembina, Pelopor, Pelaku, Pelayanan, dan Pemangku ketahanan pangan. Tiga peneliti yang terkelompok sebagai pelayan ketahanan pangan menerima penghargaan APN 2013, dua di antaranya berasal dari Badan Litbang Pertanian yakni Dr. M. Muchlish Adie,Prof. Dr. Nur Richana dan satu peneliti berasal dari UGM (Prof. Dr. Siti Subandiyah).
Wakil Presiden RI mengajak untuk menghayati kembali makna membangun ketahanan pangan nasional. Hal ini penting agar memaknai ketahanan pangan tidak salah pandang dan salah memaknainya. Ketahanan pangan bagi suatu bangsa, saat ini, semakin penting, yang disebabkan oleh: (1) perubahan tatanan dunia, khususnya semakin meningkatnya jumlah penduduk dunia, (2) perubahan iklim dan (3) risiko gesekan politik dan militer. Penerima penghargaan APN 2013 juga diminta memahami strategi membangun ketahanan pangan, melalui pemahaman terhadap 3 pilar utama yakni: (1) kemandirian, yang intinya berupa menyediakan pangan sebisa kita, sebanyak mungkin, dan berasal dari dalam negeri; (2) harus mampu merespons cepat terhadap perubahan yang terjadi; misalnya jangan menutup ekspor impor untuk komoditas tertentu; menerapan sistem kuota padahal yang lebih fleksibel adalah penerapan bea masuk dsbnya; dan (3) harus berkelanjutan. Wakil Presiden memberikan apresiasi kepada seluruh penerima penghargaan APN 2013, dan diminta terus meningkatkan dan memperkuat prestasi di lapang. Ketahanan pangan berbasis kedaulatan dan kemandirian pangan harus ditegakkan di negara kita, ajakan Menteri Pertanian RI. Saatnya kita semua melihat dan mengoptimalkan sumberdaya lokal yang terkait dengan pangan. Pangan memang harus tersedia, terjangkau dan ada setiap saat. Apalagi Indonesia adalah negara besar dengan penduduk yang berjumlah besar, ketegantungan kepada negara lain akan menimbulkan kerawanan. Juga diminta agar lahan harus digunakan semaksimal mungkin, jangan sampai terlantar, termasuk pekarangan. Kita semua harus bangga bahwa FAO telah mengakui dan memberikan apresiasi tinggi terhadap KRPL, yang menjadi upaya jitu Kedaulatan Pangan Berbasis Keluarga. Mentan pun juga menyampaikan penghargaan kepada pendekar-pendekar pangan, yang telah berinovasi, berkreasi untuk ketahanan pangan di negara kita. Terus berkarya dan mengabdi, jangan pernah berhenti. Selamat atas raihan prestasinya.Selamat Pak Muchlish, Prof. Dr. Nur Richana, dan juga Prof. Dr. Siti Subandiyah.MMA/AW