Berita » Dua Peneliti Balitkabi menjadi Narasumber Budi Daya Porang di PT. Perhutani

Dalam rangka peningkatan kompetensi petugas lapangan KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan) Saradan dan KPH Nganjuk, khususnya pada bidang budi daya porang, dilaksanakan pelatihan budi daya porang pada tanggal 4-5 November 2021 di Saradan, Madiun.

Kegiatan aplikasi pupuk dan insektisida hayati saat tanam porang bahan tanam umbi dan tunas adventif di KPH Saradan, Madiun

Kegiatan aplikasi pupuk dan insektisida hayati saat tanam porang bahan tanam umbi dan tunas adventif di KPH Saradan, Madiun

Kegiatan pada hari pertama adalah pembahasan topik pengolahan lahan dan penanaman porang dalam kawasan hutan, pemeliharaan dan pemanenan tanaman porang, serta kualitas bibit dan hasil panen porang, dengan narasumber Sutrisno, S.P. (Balitkabi), sedangkan pada hari kedua dilaksanakan diskusi lapangan dengan narasumber Dr. Novita Nugrahaeni (Balitkabi) dan tim peneliti PT. RPN.

Penyampaian materi teknologi budi daya porang

Penyampaian materi teknologi budi daya porang

Pada hari pertama diskusi membahas tentang rencana capaian target tahun 2022-2024, perkiraan hasil hasil tahun 1, 2, dan 3 pada masing-masing bahan tanam, rencana pengembangan dari bulbil tahun 2, 3, dan 4. Pada tahun pertama ini akan ditanam 100 ha, dengan bahan tanam umbi (10 ha), bulbil (76 ha), dan bibit polibag hasil induksi tunas adventif (14 ha) dengan jarak tanam 50 × 60 cm.

Pada hari kedua dilakukan diskusi lapangan dengan melakukan tanam awal budi daya penanaman porang super intensif di area KPH Saradan. Budi daya menggunakan bahan pembenah tanah, pupuk organik, pestisida hayati sebagai tindakan preventif terhadap hama dan penyakit utama tanaman porang yang merupakan produk PT. RPN, mitra kerjasama PT. Perhutani.

Kegiatan aplikasi pupuk dan insektisida hayati saat tanam porang bahan tanam umbi dan tunas adventif di KPH Saradan, Madiun

Kegiatan aplikasi pupuk dan insektisida hayati saat tanam porang bahan tanam umbi dan tunas adventif di KPH Saradan, Madiun

Bahan tanam yang digunakan adalah umbi ukuran 2/kg, bulbil 200/kg, dan tunas adventif dengan daun majemuk pertama terbuka sempurna dan panjang batang minimal 6 cm. Dalam diskusi disarankan untuk menyelesaikan tanam seluruh lokasi pada bulan November untuk mendukung periode pertumbuhan vegetatif optimal tanaman porang, melakukan penyiangan secara intensif terutama pada dua bulan pertama atau sebelum kanopi tanaman menutup, serta melaksanakan aplikasi teknologi super intensif dengan tepat.

NN/STR