Berita » Dukungan Balitbangtan terhadap Peluang Ekspor Ubi Jalar dari Magetan

Gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) adalah Program Kementerian Pertanian yang digagas Menteri Pertanian Dr. Syahrul Yasin Limpo untuk menggenjot nilai ekspor komoditas Pertanian. Dukungan pencapaian Gratieks terus diberikan berbagai kalangan, termasuk inovasi teknologi budi daya tanaman agar memperoleh hasil panen berkualitas ekspor. Inilah yang dilakukan pemerintah Propinsi Jawa Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan dengan menggelar Rapat Koordinasi Peningkatan Peluang Ekspor Ubi jalar Tahun 2020” di Balai Desa Kalang kecamatan Sidorejo Kabupaten Magetan. Hadir pada acara tersebut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magetan, Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Propinsi Jawa Timur, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Magetan serta sekitar 50 orang petani dan penyuluh dengan menghadirkan narasumber dari Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi) dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Menurut Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Magetan Ir. Uswatul Chasanah, M.MA, harga ubi jalar di kabupaten Magetan saat ini kurang stabil, perlu upaya agar harga tidak fluktuatif sehingga petani tidak merugi. Untuk itu perlu dilakukan pembinaan kepada petani ubi jalar agar menghasilkan hasil panen yang kontinyu dan berkualitas ekspor serta jaminan harga yang stabil menguntungkan petani. Dikatakan juga akan dilakukan upaya peningkatan nilai tambah melalui rintisan industri berbasis ubi jalar agar ketika panen melimpah dapat terserap oleh pasar sehingga harga tidak jatuh.

Dr. Febria Cahya Indriani peneliti dari Balitkabi, Balitbangtan memaparkan teknologi budi daya untuk memperoleh hasil panen ubi jalar agar sesuai kualitas ekspor. Selain itu juga disampaikan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat mengkonsumsi pangan menyehatkan dengan mengkonsumsi ubi jalar kaya nutrisi, seperti ubi jalar orange banyak mengandung beta karoten dan antosianin yang banyak terkandung pada ubi jalar ungu. Konsumsi ubi jalar sebagai pangan lokal menyehatkan sebaiknya dipopulerkan sejak dini di kalangan siswa. Inilah cara meningkatkan prospek pasar ubi jalar tidak hanya untuk ekspor tetapi juga terhadap pasar dalam negeri. Varietas unggul ubi jalar Balitbangtan telah dirancang tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan tetapi juga memenuhi kebutuhan industri sehingga bermanfaat mendukung tumbuhnya industri berbasis ubi jalar yang mulai dirintis di Kabupaten Magetan.

Dari sisi modal usaha tani diperlukan kerjasama dengan Lembaga keuangan, untuk itu Bank Republik Indonesia (BRI) penyampaikan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Kredit Usaha Rakyat (KUR) merupakan sebuah layanan kredit atau pembiayaan yang diberikan oleh pemerintah melalui perbankan kepada para Usaha Mikro Kecil, Menengah, dan Koperasi (UMKMK). KUR sendiri meliputi berbagai macam bentuk usaha, terutama usaha-usaha yang bergerak di bidang usaha yang produktif seperti pertanian, perindustrian, perikanan dan kelautan, kehutanan hingga usaha jasa simpan pinjam. Semua bentuk usaha tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat karena prosedurnya tidak sulit dan tanpa agunan.

Inilah bentuk dukungan pemerintah terhadap para petani yang ingin membangun usaha di bidang pertanian. Dengan harapan dapat membuka lapangan pekerjaan di pedesaan dan menggerakkan perekonomian desa yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mengentaskan kemiskinan. Dengan usaha tani ubi jalar semoga petani Magetan semakin sejahtera

magetsn magetsn1
magetsn2 magetsn3
Suasana Rapat Koordinasi Peningkatan Peluang Ekspor Ubi jalar Tahun 2020 di Magetan

FCI