Berita » Dukungan Teknologi dan Penyediaan Benih Sumber Kedelai

Dalam rangka persiapan dan pemantapan penyiapan benih kedelai bersertifikat mendukung program kegiatan kedelai Tahun Anggaran (TA) 2022, Direktorat Aneka Kacang dan Umbi, menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penyiapan Benih Kedelai Bersertifikat yang dilaksanakan pada tanggal 28-30 Desember 2021 di The Wujil Resort & Conventions, Semarang.

Acara dihadiri oleh Direktur Aneka Kacang dan Umbi, Direktur Perbenihan Tanaman Pangan, Kepala BPTP, Kepala Dinas Pertanian Provinsi, serta Kepala BPSB dari Provinsi Lampung, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Balitkabi diwakili oleh Ir. Trustinah, M.P. selaku Wakil Direktur UPBS.

Rapat Koordinasi Penyiapan Benih Kedelai Bersertifikat di The Wujil Resort & Conventions, Semarang

Rapat Koordinasi Penyiapan Benih Kedelai Bersertifikat di The Wujil Resort & Conventions, Semarang

Hadir pula direktur dari beberapa produsen benih dari, yaitu CV. Megatani Mandiri, CV. Tani Utami, CV. Sujinah, CV. Putra Sentosa, CV. Tunas Pangan Jaya, CV. Mandiri, CV. Adi Jaya, CV. Kardika Kresna, CV. PB Utama, CV. Unggul Jaya, dan CV. Forum Komunikasi Doa Bangsa.

Kegiatan utama Direktorat Perbenihan tahun 2022 antara lain perbanyakan benih sumber kedelai seluas 155 ha, kacang tanah 61 ha, dan kacang hijau 24 ha untuk kelas benih BD (Benih Dasar) dan BP (Benih Pokok) untuk penangkar di daerah.

Disampaikan oleh Mulyono dari Direktorat Akabi bahwa program kegiatan kedelai tahun 2022 seluas 52.000 ha tersebar di 16 propinsi (Sumatera Utara, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Riau, Jambi, Jawa Tengah, DIY, Sulawesi Selatan, Bali, NTT, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat).

Untuk bulan Januari hingga Maret diharapkan dapat tanam 30.000 ha, sehingga diperlukan benih 1.500 ton. Selain komoditas kedelai, pada tahun 2022 direncanakan kegiatan untuk kacang tanah seluas 500 ha, yang tersebar di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Selanjutnya juga untuk kacang hijau seluas 3.000 ha, di enam provinsi (Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY, Sulawesi Selatan, dan Bali). Program untuk ubikayu seluas 5.000 ha, diantaranya alokasi korporasi di Jawa Tengah 500 ha, dan ubi jalar 2.000 ha, di antaranya di Papua 400 ha dan Papua Barat 200 ha.

Badan Litbang Pertanian telah menghasilkan VUB kedelai dengan berbagai karakteristik untuk beberapa agroekologi. Pada kesempatan ini, Trustinah menyampaikan VUB kedelai yang terdistribusi pada tahun 2021 dengan jumlah lebih dari 20 ton, diantaranya ke BBI, BPTP, BPSB, dan penangkar di 28 provinsi, yang dapat ditelusuri untuk mendukung penyiapan benih pada tahun 2022.

Stok benih yang ada di Balitkabi saat ini cukup untuk mendukung kebutuhan benih sumber, khususnya kelas BS dan BD.

“Pengawalan dan pendampingan teknologi hasil Badan Litbang Pertanian telah dilakukan oleh BPTP”, ucap Joko Pramono, Kepala BPTP Jateng mewakili Kepala BBP2TP. Salah satunya adalah memproduksi dan mendistribusikan benih sumber BD dan BP untuk dikembangkan menjadi benih kelas BR.

Peserta Rapat Koordinasi Penyiapan Benih Kedelai Bersertifikat

Peserta Rapat Koordinasi Penyiapan Benih Kedelai Bersertifikat

TR