Berita » Eksekusi Karyawan 7.30-0-4 Menjadi 7.30-100-4

Badan Litbang Pertanian adalah jalan kemajuan Kementerian Pertanian, oleh karena itu produktivitas dan profesionalisme jajaran Balitbangtan menjadi soko guru penting dalam mendukung empat sukses Kementan. Berkait dengan itu, penerimaan tunjangan kinerja harus berdampak nyata pada berbagai aspek agar seluruh jajaran Balitbangtan bergerak lebih profesional untuk meningkatkan produktivitas semua UPT. Salah satu hal penting adalah menindak pegawai yang bolos bekerja dengan prinsip 7.30-0-4: pagi hadir, di tengah-tengah jam kerja kosong, dan sore hari datang kembali ke kantor. Para pegawai 7.30-0-4 harus segera diekskusi. Demikian disampaikan oleh Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian Kementerian Pertanian, Ir. Winarhadi MM pada Raker 2014 Puslitbang Tanaman Pangan di Pare-Pare 26–28 Februari 2014 bertemakan Renstra Puslitbang Tanaman Pangan 2015-2019 dan Renja 2015 mendukung Sistem Pertanian Bio-Industri Berkelanjutan.
Ir. Winarhadi MM, mengawali sosialisainya tentang UU Aparatur Sipil Negara dan Penilaian Prestasi Kerja Pegawai Negeri Sipil dengan menyampikan bahwa perjalanan Kementerian Pertanian ada di Balitbangtan. Beliau mengingatkan kembali akan 9 Program Percepatan Reformasi Birokrasi (Ekstraksi dari Grand Design Reformasi Birokrasi sampai dengan tahun 2014) yaitu (1) Penataan Struktur Birokrasi, (2) Penataan Jumlah dan distribusi PNS, (3) Sistem Seleksi CPNS & Promosi PNS Secara Terbuka, (4) Profesionalisasi PNS, (5) Pengembangan Sistem Elektronik Pemerintah (E-Government), (6) Penyederhanaan Perizinan Usaha, (7) Peningkatan Transparasi dan Akuntabilitas Aparatur, (8) Peningkatan Kesejahteraan Pegawai Negeri, dan (9) Efisiensi Penggunaan Fasilitas, Sarana dan Prasaranan Kerja PNS. Juga Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, yang tujuan utamanya adalah Independensi dan Netralitas, Kompetensi, Kinerja/ Produktivitas Kerja Integritas, Kesejahteraan, Kualitas Pelayanan Publik, dan Pengawasan dan Akuntabilitas. Warga Balitbangtan patut berbangga dan bersyukur akan berbagai kelebihannya, seperti diperbolehkannya pilihan jabatan struktural dan fungsional, diperolehnya tunjangan kinerja, dan tunjangan fungsional naik. Juga adanya tambahan nafas buatan perpanjangan hingga 2 tahun sebagai amanat UU Nomor 5 di atas. Sekali lagi aparat Balitbangtan harus benar-benar mengedepankan profesionalisme. Besaran tunjangan kinerja akan sangat ditentukan oleh setiap pegawai. Jajaran Balitbangtan harus mampu menyelesaikan dan meningkatkan beban tugas masing-masing. Hal tersebut akan bisa tercapai, salah satunya jika jajaran Balitbangtan mampu mengedepankan kedisiplinan dalam berbagai aspek. Penerimaan tunjangan kinerja harus berdampak terhadap ketiadaan pegawai yang bolos bekerja, atau pagi hadir, di tengah-tengah jam kerja kosong dan pada sore hari datang kembali ke kantor. Tidak ada pilihan! Pegawai yang masih menerapkan prinsip 7.30-0-4 harus ditindak agar berubah menjadi 7.30-100-4.

MMA/AW