Berita » Emas Hijau dari Pati

Saat ini panen raya kacang hijau tengah berlangsung di kab. Pati Jawa Tengah. Di Pati areal tanam kacang hijau meliputi lima kecamatan yaitu : kecamatan Gabus, kec. Tambakromo. kec. Winong, kecamatan Jakenan dan kec. Kayen. Setelah sempat menjadi komoditas primadona di tahun 2019, kacang hijau masih bertahan di tengah pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia. Bagaimanapun pertanian tidak akan berhenti, meski terkena hantaman pandemi, seperti yang selalu digaungkan Mentan Dr. Syahrul Yasin Limpo, demikian pula yang terjadi pada usahatani kacang hijau.

Inilah yang dibuktikan para petani kacang hijau di daerah Pati. Disampaikan oleh Sucipto ketua kelompok tani Karya Bakti desa Trimulyo, kec. Kayen kab. Pati saat memantau kegiatan panen raya kacang hijau di salah satu lahan anggota kelompok tani, “ agar para petani tidak menggunakan herbisida ketika menjelang panen, karena kacang hijau merupakan bahan pangan agar aman dikonsumsi masyarakat”. Pak Cipto sangat menjaga kualitas kacang hijau miliknya, karena sadar kacang hijau merupakan bahan pangan untuk manusia.

Di desa Trimulyo, budi daya kacang hijau telah dilakukan sejak dahulu. Dengan cara sebar kacang hijau ditanam di lahan sawah setelah panen padi. Kacang hijau yang ditanam di bulan Juni-Juli dipanen pada bulan Agustus-September. Petani biasa menggunakan varietas lokal dan juga varietas unggul Vima 1. Disampaikan oleh Pak Cipto, jika petani di Pati sangat terbuka terhadap varietas unggul baru kacang hijau, sehingga ketersediaan benih VUB kacang hijau menjadi faktor penentu keberhasilan usahatani kacang hijau di sana. Petani kacang hijau di Kayen, Pati menggunakan pupuk NPK (Phonska), pupuk cair, serta melakukan pengendalian hama dan penyakit dalam merawat tanaman mereka. Produksi kacang hijau per tanggal 4 September 2020 Kelompok Tani Karya Bakti telah menghasilkan panen kacang hijau hingga 27 ton.

Dituturkan oleh Sucipto, pada tahun ini varietas Vima 1 menghasilkan rata-rata per hektar sebanyak 1,8 t. Dengan total biaya produksi kacang hijau sekitar 13 juta rupiah per hektar, dengan hasil biji 1800 kg/ha dan harga jual Rp. 12.000/kg diperoleh pendapatan sebesar 18 juta per hektar, sehingga diperoleh keuntungan sekitar 5 juta rupiah per hektarnya. Keuntungan ini tergolong besar karena umur panen kacang hijau hanya dua bulan.

Harga jual kacang hijau termasuk tinggi dan cukup stabil. Menurut Muhtar Efendi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati harga jual saat awal panenan masih terhitung bagus, karena bisa mencapai rata-rata Rp 15.000 per kilogram. “Tetapi beberapa hari terakhir saat panen raya, harga jual di tingkat petani mulai menurun, menjadi Rp 11.000 per kilogram,” kata Muhtar.

Ini menjadi kekhawatiran petani kacang hijau, kata Sucipto lebih lanjut. Panen raya memicu penurunan harga jual. Beberapa pengepul tidak langsung membayar cash pada petani, serta panjangnya rantai distribusi menjadi kendala bagi petani untuk dapat menikmati jaminan harga secara layak. Harapan pada kembalinya ekspor kacang hijau dengan harga yang menjanjikan, serta adanya jaminan harga yang layak menjadi cita-cita bersama agar petani semakin sejahtera.

emas emas
Sucipto ketua kelompok tani Karya Bakti desa Trimulyo, Kec. Kayen Kab. Pati bersama kacang hijau Vima 1 yang siap panen

AA