Berita » Empat Kiat Memperoleh Berkah di Bulan Ramadhan

1-ceramah-2

Untuk menyongsong bulan suci Ramadhan 1433 H, Ust. Gus Achmad Musyafa’ Asady (pengasuh PP Nurul Hidayah, Kebonsari Malang) memberikan tausiah di hadapan karyawan karyawati Balitkabi di Aula Balitkabi tanggal 17 Juli 2012. Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al Quran Surat Al Baqoroh ayat 183.

Pengajian semacam ini telah menjadi tradisi Balitkabi menjelang bulan Ramadhan seperti yang disampaikan oleh Ketua takmir Masjid Al Muttaqien Balitkabi, Dr. Suharsono dalam sambutan singkatnya mewakili Kepala Balitkabi. Tujuan pengajian ini adalah memberikan bekal, motivasi guna meningkatkan mutu spiritual umat Islam khususnya karyawan-karyawati Balitkabi selama bulan Ramadhan dan selanjutnya dapat membentuk manusia yang berkeimanan dengan kualitas yang lebih baik.

Untuk menggapai berkah dan pahala Allah SWT yang sangat berlimpah selama bulan Puasa Ramadhan, sebagai umat Islam sekurang-kurang perlu melaksanakan empat hal, yaitu :

1. Ibadah.

Selama bulan Ramadhan umat Islam harus memperbanyak amaliah ibadah seperti sholat-sholat wajib, sunnah (taraweh, sholat malam,witir), membaca Al Quran menjadi sangat penting untuk menggapai barokah Ramadhan yang oleh Allah dibuka dari seluruh pintu langit. Artinya, barokah tersebut diberikan kepada ummat-Nya bak “pekan diskon” dari super market. Intinya umat Islam harus berlomba dan bersungguh-sungguh untuk menyiapkan diri memperoleh curahan barokah tersebut.

2. Muhasabah.

Artinya kita harus menengok ke belakang atau instrospeksi dan merenung pernbuatan kita di masa lalu, sebagai cerminan untuk menatap kehidupan di masa depan, sehingga umat Isalam akan selalu dinamis dalam rangka menata kehidupan yang lebih baik.

3. Ijma’iyah

Kehidupan umat berdimensi dua, tidak saja habluminallah tetapi juga hablumminannas juga tidak kalah penting, karena Rasul telah memberikan nasihat pada kita :  “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi umat sekelilingnya “. Ibadah berdimensi sosial sangatlah banyak ragamnya: membantu kesulitan orang lain, memberi makan pada kelompok masyarakat yang papa, yatim piatu, kaum dhuafa dan sebagainya yang merupakan tindakan nyata untuk kemaslahatan ummat.

4. Mujahadah.

Dalam menjalankan ibadah harus bersungguh-sungguh diniatkan semata-mata karena Allah, bukan hanya sekedar “gugur kewajiban”. Kesungguhan beribadah akan melahirkan sikap istiqomah baik keimanan, sikap dan perbuatan sebagai ummat Islam.

Gus Achmad Musyafa’ Asady memberikan tausiah di hadapan karyawan karyawati Balitkabi (kiri) dan Ketua takmir Masjid Al Muttaqien Balitkabi, Dr. Suharsono saat menyampaikan sambutan singkatnya mewakili Kepala Balitkabi (kanan).

Para karyawan-karyawati menyimak tausiah yang disampaikan us Achmad Musyafa’ Asady.